SILA' MO DATANG NING BLOG PARIRI LEMA BARIRI

rss

Rabu, 15 Desember 2010

STQ Tk. Kecamatan Brang Ene

Kalimantong, Rabu tanggal 15 Desember 2010 Pembukaan STQ IV Kecamatan Brang ene bertempat di desa lampok di buka secara simbolis oleh camat brang ene yakni bapak H.usman Hi,serta di hadiri oleh seluruh lapisana masyarakat desa lampok khususnya dan warga yang tersebar di 6 desa yang ada di kecamatan brang ene , Arena STQ sejenak hening saat acara di mulai dengan pembacaan Ayat Suci Al Qur’an oleh bapak Ust Jalaluddin,S.Pdi , yang dilanjutkan oleh sambutan ketua Panitia Penyelenggara Saudara Herman,A.ma mengatakan Pelaksanaan STQ ini adalah  berdasarkan keputusan Camat Brang Ene Nomor 11 Tahun 2009, beliau juga mengatakan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga acara STQ pada malam hari ini bisa kita laksanakan insyaAllah sesua dengan harapan kita semua , Dia juga menambahkan bahwa peserta dalam STQ tahun ini di desa lampok yakni dikuti oleh 38 orang peserta yang tersebar di lima desa yang ada di kecamatan brang ene, Untuk pendanaan Pelaksanaan SRQ ini adalah Di bebankan dalam APBdes Desa lampok tahun 2010 serta patungan semua desa yanga ada di kecamatan brang ene sendiri, sedangkan Camat brang ene, dalam sambutannya mengatakan Moment STQ tahun ini adalah untuk melahirkan Qori dan Qori’ah terbaik yang akan menjadi Duta Kecamatan Dalam MTQ VII tingkat kabupaten Sumbawa barat yang akan dilaksanakan di Kecamatan Maluk, Beliau juga berharaf besar kepada Semua Dewan hakam yang bertugas Agar nanati dapat melahirkan hasil seleksi yang mampu memberi yang terbaik unutk kecamatan brang ene pada MTQ tingkat Kabupaten nanti, terakhir dia juga berpesan agar moment ini hendaknya kita maknai sebagaiupaya yang berkontinyu. Di temapt terpisah Kepala Desa Lampok bapak Aripin Mengatakan kami sangat bangga sekali karena telah di percaya sebagai tuan rumah tahun ini dan kami berterima kasih kepada semua warga desa lampok khususnya yang telah meluangkan waktunya untuk persiapan kegiatan ini, acara Pembukaan STQ kelihatan lebih meriah saat ibu pkk desa lampok menghibur para tamu undangan dengan aksi Qasidah mereka.( hesso Komedik )

Selasa, 14 Desember 2010

Polemik PLIK di Kecamatan Brang Ene Belum Ada Solusi

Kalimantong, Kemajuan teknologi informasi dimana-mana sedang menjadi isu hangat yang tak kunjung habis dibicarakan. Hampir setiap menit bahkan setiap detik informasi berganti, bila tak jeli dan tanggap informasi maka kita pun akan ketinggalan informasi. Internet adalah salah satu sarana penyebarluasan informasi yang tak asing lagi bagi masyarakat, apalagi dikalangan generasi muda yang begitu haus akan informasi-informasi terkini tentang segala hal. Ditempatkannya Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) di pelosok-pelosok daerah yang memiliki akses informasi terbatas seperti kecamatan Brang Ene merupakan angin segar bagi Pemerintah setempat bagi keterbatasan sarana dan anggaran yang dimiliki. Mengingat penyediaan Sarana dan Prasarana teknologi informasi ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Oleh karena itu ketika PLIK benar-benar dibangun didaerah ini, masyarakat bertanya-tanya. Apakah benar fasilitas ini untuk umum??

Kampung Media Kalimantong, Komedik, mencoba klarifikasi keberadaan PLIK ini ke Pemerintah setempat yaitu ke Camat Brang Ene. Langkah yang diambil oleh Komedik ini juga dalam rangka melaksanakan instruksi dari Gubernur Nusa Tenggara Barat dalam suratnya perihal Sinkronisasi Kampung Media dengan PLIK yang ada di masing-masing kecamatan di Nusa Tenggara Barat. Camat Brang Ene, Usman, S. Pd. diruang kerjanya menjelaskan kondisi yang sedang dihadapi kecamatan terkait keberadaan PLIK di wilayahnya. " Saya tidak tahu menahu bagaimana prosesnya PLIK itu bisa ada di sini. Tau-tau sarana itu sudah dibangun tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada Kecamatan sebagai kepala wilayah setempat. Saya juga bingung ketika banyak masyarakat yang menanyakan masalah ini, saya minta konfirmasi ke Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika sebagai leading sektornya ternyata sama saja tidak tahunya. Jadi, saya pikir saya harus tahu dulu posisi Kecamatan dalam masalah ini. Saya tidak akan mengambil kebijakan apapun selama belum ada kejelasan yang saya terima perihal masalah ini. Kami akan bersurat ke Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jakarta untuk memohon penjelasan tentang masalah ini" 

Sebagaimana diketahui, PLIK merupakan layanan yang diluncurkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, dimana Layanan itu merupakan bagian dari program “Universal Service Obligation (USO)”, yang menyediakan internet murah untuk pemberdayaan masyarakat di daerah terisolir dan proyek pembangunannya diserahkan kepada pihak ketiga. Bisa jadi karena dikerjakan oleh Pihak Ketiga,  sebagian pihak berasumsi bahwa  proyek ini miskin koordinasi, terbukti dengan adanya keluhan dari berbagai kalangan yang merasa "dilangkahi" dalam menetapkan kebijakan penentuan lokasi pembangunannya karena tim survey yang melaksanakan survey lapangan penentuan lokasi pembangunan PLIK ini tidak berkoordinasi dengan Pemerintah setempat.

Penempatan PLIK di Kecamatan Brang Ene berada di rumah penduduk setempat, sehingga dalam pemanfaatannya belum bisa maksimal. Ditambah lagi dengan belum berfungsinya perangkat yang ada itu karena masih belum bisa beroperasi. Sesuai informasi yang diperoleh Komedik, untuk mengaktifkan perangkat ini dibutuhkan ketersediaan akses lewat VSAT  yang masih harus diikuti dengan penyediaan port internet dan penyediaan sistem informasi manajamen dan monitoring layanan internet kecamatan (SIMMLIK) dimana pengadaan Port internet dan sistem informasi manajemen tendernya terpisah, sehingga masih dibutuhkan waktu yang cukup lama dalam pemanfaatannya. Semoga permasalahan yang membelit ini dapat segera diselesaikan untuk kemaslahatan masyarakat sehingga manfaat dari PLIK benar-benar dapat dirasakan dengan nyata.