SILA' MO DATANG NING BLOG PARIRI LEMA BARIRI

rss

Jumat, 27 Agustus 2010

REMAJA MASJID KALIMANTONG SELENGGARAKAN PERINGATAN NUZULUL QUR'AN


PERINGATAN MALAM NUZULUL QUR’AN   Tepatnya malam Jumat tanggal 17 Ramadhan 1431 H Ba’da shalat tarwih berjamaah di Masjid Darussalam Desa  Kalimantong sekelompok Pemuda yang tergabung dalam Komunitas yang bernama Remaja Masjid Darussalam ( REMASDA ) menggelar peringatan turunnya Al Quran di mana lebih kita kenal dengan Malam Nuzulul Quran dalam sambutannya Ketua Remaja Masjid Kalimantong Amri Wahyudi mengatakan kami selaku Remaja Masjid mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya, atas kesedian dan kesempatan Bapak/Ibu/Sdr/i, guna mengikuti acara peringatan hari besar islam yakni Nuzulul Qur’an atau turunnya wahyu Al Qur’an tersebut menjadi pedoman hidup bagi kita kaum muslimin sebelum kita bahkan sampai akhir zaman nanti . Di samping itu  Al Qur’an yang menjadi tuntunan hidup bagi umat islam juga Hadist Nabi Muhammad S.A.W yang harus di amalkan dalam kehidupan kita sehari – hari, sehingga kita bisa menjadi manusia yang muttaqqin . Amin,amin,amin ya rabbal alamin kami juga berharaf kepada bapak Ust Jalaluddin,S.Ei unttuk bisa ceramah agama agar perayaan mlama turunnya Al Qur’an ini lebih bermakna nantinya  . Sedangkan dalam kesempatan yang sama Ust Jalaluddin,S.Ei dalam ceramahnya mengatakan bahwa dalam al qur’an itu adalah sebuah kitab yang suci, dan mengajak kepada kita semua agar mulai sekarang mari kita jadikan al qur’an sebagai pedoman hidup kita sehari – hari karena mengingat zaman sekarang begitu banyak pengaruh- pengaruh dari dunia barat itu sendiri seperti pengaruh teknologi moderen seperti jaringan sosial FACEBOOK , TWITER, HP, BLACKBERRY dan lain sebagainya kenyataannya sekarang generasi muda kita lebih cendrung suka mempelajari yang seperti ityu dari pada mengkaji isi Al Qur’an itu sendiri . Beliau juga menambahkan bahwa satu – satunya kitab yang dari zaman dahulu samapai sekarang tidak ada perubahan dalam kandungannya , jika kita bandingkan dengan kitab lain seperti Kitab Injil sekarang sudah banyak perubahan arti dari isinya . Di tempat berbeda Bapak M.Yakub selaku Sekdes Kalimantong mengatakan sangat bangga sekali dengan apa yang di lakukan oleh Remaja masjid tersebut mengingat perayaan seperti ini adalah merupakan yang pertama kali kita laksanakan, harapan saya kedepannya adalah agar perayaan seperti ini nantinya bisa dilaksanakan labih meriah lagi dan tambah berkesan lagi. ( hesso komedik )

Rabu, 14 Juli 2010

Barodak : Luluran Pengantin Ala Sumbawa

Taliwang, (13/7), Barodak adalah salah satu tata cara perkawinan adat Sumbawa yang hingga saat ini masih menjadi ritual wajib dalam prosesinya. Barodak dilaksanakan setelah dilaksanakannya Tahap-tahap pernikahan dalam adat Sumbawa yaitu : Bajajak, Bakatoan, Basaputes, dan Nyorong  oleh pihak keluarga calon mempelai pria. Barodak juga merupakan tanda diawalinya ritual pembersihan diri calon pengantin dengan cara meluluri seluruh tubuh calon pengantin dengan ramuan-ramuan alami. Animo masyarakat akan acara Barodak di Kabupaten Sumbawa Barat cukup tinggi. Umumnya yang menghadiri acara "barodak pangantan" ini adalah ibu-ibu dan para gadis dari sanak keluarga dan kerabat calon pengantin. Karena nantinya satu persatu dari ibu-ibu yang mewakili keluarga kedua mempelai akan ikut meluluri pengantin kemudian akan diluluri  lagi seluruh tubuh calon pengantin oleh "Ina Odak" atau lebih tepatnya sebagai pengampu acara ini dimana Ina Odak yang akan meramu bahan-bahan yang akan digunakan untuk "Odak" nya atau lulurnya.

Barodak ini bertujuan untuk membersihkan tubuh calon pengantin sehingga saat prosesi pernikahan berlangsung akan mempercantik calon pengantin. Sehingga sebelum Barodak dilakukan calon pengantin dipingit dalam rumah beberapa hari sebelumnya untuk menjalani perawatan tubuh. Selain Lulur tubuh, Pengantin juga akan mengenakan "Pancar" atau daun inai yang sudah ditumbuk untuk dioleskan di telapak tangan calon pengantin. Pengantin akan mengenakan pakaian adat khas Sumbawa yaitu "Lamung Pene'" dan "Kere Alang" yang dilengkapi dengan "Pengkenang" atau aksesoris pelengkap baju adat Sumbawa. Odak yang sudah dilulurkan ke tubuh pengantin harus tetap dipakai hingga keesokan harinya hingga dimandikan secara bersama -sama sebelum akad nikah dimulai. 

Barodak dikenal ada bermacam-macam, diantaranya yaitu "Barodak Salaki"; dilaksanakan oleh calon pengantin Laki-laki dirumahnya sendiri sebelum diantar oleh keluarganya untuk berodak-bersama calon pengantin wanita. Prosesinya hampir sama dengan "Barodak Pengantan" bedanya Calon Pengantin laki-laki hanya dilulur sendiri oleh keluarganya. 

Barodak dilaksanakan pada malam hari, sehari sebelum akad nikah dilaksanakan. Saat acara berlangsung biasanya para gadis akan ikut melulurkan "odak" ke tubuhnya sendiri. Hal ini dilakukan karena sebagian masyarakat beranggapan bahwa gadis yang dilulur dengan "odak" akan segera menemukan jodohnya. (Hari W)