SILA' MO DATANG NING BLOG PARIRI LEMA BARIRI

rss

Senin, 15 Maret 2010

Panen Raya ?? KAMI JUGA BISA !!!

 Kalimantong. Dengan tema  "MELALUI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DAN AGROINDUSTRI KITA TINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI" SMK Pertanian Brang Ene kembali melaksanakan Panen Raya Padi Sri, yang dirangkaikan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW (14/03/2010). Panen raya kali ini merupakan yang kedua kalinya, karena sekarang baru memasuki Tahun Ajaran yang kedua. Siswa menanam padi dengan menggunakan Sistem SRI ( Sytem of Rice Intensification) atau lebih dikenal dengan sistem tanam satu-satu dengan jarak yang telah ditentukan. Untuk mengetahui hasil dari sistem tanam ini, digunakan alat berupa ubinan yang terbuat dari besi kemudian disusun seperti kotak dengan ukuran 2 x 2 meter. Dengan ukuran yang telah disebutkan, terdapat 45 rumpun padi dengan hasil timbangan bersihnya 3.6 Kg sehingga prediksi hasil panen dengan sistem ini sekitar 10.08 ton/Ha. Yang diunggulkan dalam panen ini yaitu jenis padi yang digunakan yaitu varietas Padi Invari dimana rencananya varietas padi ini akan direkomendasikan untuk digunakan oleh petani yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat. Keunggulan dari sistem tanam ini adalah pemakaian bibit yang lebih irit dengan perbandingan 19 kg/Ha.

Acara ini dihadiri oleh Pejabat Tinggi antara lain Anggota DPRD Kab. Sumbawa Barat, Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Kepala Desa se-Kecamatan Brang Ene Kab. Sumbawa Barat. Dalam kesempatan itu, Kepala Sekolah SMKN Pertanian Brang Ene, M. Thamrin, S.Pd. mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur keluarga besar SMKN Pertanian Brang Ene dalam melaksanakan Uji Kompetensi selama 3 Bulan. Dalam musim tanam kali ini, siswa mencoba 3 varietas padi yaitu Intani, Padi Hibrida varietas 2 dan Invari Mikonggo. Ia juga mengatakan bahwa lulusan SMKN Pertanian Brang Ene ini akan disebarkan untuk menjadi Penyuluh-penyuluh pertanian yang handal dibidangnya. Sehingga mereka dapat membina petani yang masih menggunakan cara-cara konvensional untuk menggunakan tata cara bertanam yang lebih modern. Para siswa juga telah dilengkapi dengan 3 konsep Agribisnis yaitu Teknik Budidaya, Sapta Usaha Tani dan Pengolahan Sekolah Lapang Pengandalian Hama  Terpadu (SLPHT). Kedepannya SMKN Pertanian Brang Ene akan bekerjsama dengan Balai Benih Unggul (BBU) Kab. Sumbawa Barat dan pembangunan Klinik Petani dimana Petani Kec. Brang Ene bisa konsultasi langsung masalah pertanian.

Potensi lain yang dimiliki oleh SMKN Pertanian Brang Ene adalah Juara Lomba Lari Tingkat Kab. Sumbawa Barat dan Juara II Lomba Cerdas Cermat UUD Tingkat Kab. Sumbawa Barat. " Insyallah tahun depan kami akan berusaha untuk melaju ke tingkat Propinsi bahkan Tingkat Nasional" pungkasnya lagi. (Hasanuddin K.)

Minggu, 07 Maret 2010

MAKAM BERSEJARAH DATU SERAN

Seran. Ada beberapa peninggalan bersejarah yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat, salah satunya adalah Makam Raja-raja kerajaan Datu' Seran yang berada di Desa Seran Kecamatan Seteluk. Dimana titik geografisnya berada di pinggiran gunung desa Seran, sebelah Utara Ibukota Kabupaten Sumbawa Barat,

Makam yang Nisannya terbuat dari ukiran Batu pada Zaman Belanda ini telah berumur ribuan tahun. Lokasi Makam ini memiliki luas keseluruhan kira-kira 60 M persegi  sudah banyak yang tertimbun tanah dan Makam Utamanya berada pada sebuah rumah  kecil  yang  dipugar oleh pemerintah sebagai tempat pemakaman yang bersejarah. Makam ini memiliki sejarah yang penting bagi masyarakat Taliwang (KSB)  yakni Pemimpin  yang memperjuangkan daerah dari Penjajahan Belanda.

Saat Komedik melihat lokasi makam, menurut juru kunci makam, pengunjung harus mematuhi aturan kunjungan yakni harus masuk satu persatu bersama juru kunci. Karena jika banyak yang masuk, dikhawatirkan akan menimbulkan keributan, bahkan konon katanya jika pengunjung membuat keributan akan mengalami kesurupan.

Lokasi pemakaman bersejarah ini dapat dijadikan sebagai obyek wisata mengingat nilai historis yang dimiliki oleh obyek wisata ini. Kerajaan Taliwang dulunya terdiri dari 3 kerajaan yaitu Kerajaan Jereweh yang dipimpin oleh Raja Magaparang, Kerajaan Taliwang yang dipimpin oleh Datu Taliwang dan Kerajaan Seran yang dipimpin oleh Datu Seran.

Kompleks pemakaman ini terkesan angker dengan pohon-pohon besar yang mengelilinginya. Ditunjang pula dengan lokasinya dipinggir hutan menambah suasana hening dan dingin bagi pengunjungnya. Akses menuju pemakaman ini masih tergolong susah karena belum ditunjang dengan infrastruktur jalan yang tidak memadai karena masih berupa jalan setapak melintasi areal persawahan warga dan menembus hutan. Belum lagi akses jalan raya masuk menuju Desa Seran yang kondisinya sangat memperihatinkan

Semoga kedepan, ada program-program pendukung dari Pemerintah untuk pengembangan obyek wisata sehingga obyek wisata bersejarah ini pun akan ikut berbenah diri. Jika obyek wisata ini ditunjang dengan infrastruktur transportasi, maka akan berkembang dengan sendirinya sehingga akan ada peningkatan disektor ekonomi bagi warga setempat yang memanfaatkan lokasi wisata untuk menjalankan bisnis ataupun jasa guide yang melibatkan penduduk lokal.sudirman