SILA' MO DATANG NING BLOG PARIRI LEMA BARIRI

rss

Kamis, 11 Februari 2010

DISKUSI RELOKASI KAWASAN RAWAN BENCANA DESA LABUAN LALAR

Mayarakat Desa Labuan Lalar melaksanakan diskusi tentang: "Rencana Relokasi Kawasan Rawan Bencana". Hal ini dilatarbelakangi oleh kondisi Desa Labuan Lalar dimana pemukiman penduduk yang semakin sempit akibat permukaan air laut yang semakin naik belakangan ini. Sehingga diperlukan solusi bersama untuk merelokasi pemukiman penduduk ke lokasi lain. Karena dikhawatirkan terjadinya bencana air pasang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Isu Global warming juga menjadi alasan naiknya permukaan air laut, gelombang pasang dan badai yang bisa sangat berbahaya. Karena Desa ini berada di pesisir pantai hampir 70% nya, dengan sumber penghasilan utama sebagai nelayan. Gelombang Pasang yang terjadi akhir2 ini sedikitnya mengakibatkan penghasilan mereka ikut menurun karena mereka tidak mungkin melaut dengan sarana dan prasarana  yang minim dan seadanya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa, Perangkat Desa dan seluruh masyarakat Desa Labuan Lalar yang dibuka oleh Kepala Desa Labuan Lalar. Jumlah masyarakat yang akan direlokasi sekitar 100 Kepala Keluarga dengan rencana relokasi tanah disediakan 2.5 Ha. Daerah Relokasi direncanakan di Dusun Wara A, Wara B dan Dusun Bangsal.

Anggaran yang disediakan untuk kegiatan ini direncanakan sebagai berikut :
a). Rumah Panggung Rp. 10.000.000
b). Rumah Permanen Rp. 75.000.000

Hal ini perlu mendapat perhatian Pemerintah karena menyangkut keselamatan dan kelangsungan hidup masyarakat Desa Labuan Lalar.


Rabu, 10 Februari 2010

SEMBAKO MEMBUMBUNG TINGGI

Taliwang. Masyarakat di Sumbawa Barat sangat mengeluh dengan permainan harga sembako di pasar terutama di pasar ibu kota Sumbawa Barat (Taliwang)

Apakah mungkin ini imbas dari adanya PT. Newmont Nusa Tenggara?....
sementara dari sekian jumlah warga yang menjadi pekerja di Newmont mungkin hanya sekitar 30 % saja, selebihnya adalah golongan menengah kebawah dengan rata2 penghasilan jauh dibawah  para pekerja Newmont Namun, mengapa harga2 yang ada dipasaran harus menyesuaikan diri dengan kantung mereka yang sudah hidup berkecukupan.. Seharusnya ada kebijakan2 dari Pemerintah tentang  Penetapan harga. Bukankah dengan adanya operasi pasar, Dinas terkait sudah mampu untuk memprediksikan  apakah harga2 yang sedang bermain dipasar telah mewakili kebijakan yang mereka tetapkan atau belum.  
ataukah ini adalah bentuk kurangnya perhatian dari Pemerintah Sumbawa Barat (Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan)?..

" Kami sangat butuh perhatian dari pemerintah baik dari provinsi maupun kabupaten agar dapat mengontrol harga pasar  agar pedagang tidak seenaknya menaikkan harga2 kebutuhan pokok" ujar seorang ibu rumah tangga yang kebetulan sedang berbelanja.
" Terutama saat ini dari bulan Oktober sampai dengan Februari ini kami sangat prihatin terutama dengan harga beras yang membubung tinggi, belum lagi harga sembako lainnya yang sangat berbeda  jauh dengan kabupaten lain di wilayah Nusa Tenggara Barat".