SILA' MO DATANG NING BLOG PARIRI LEMA BARIRI

rss

Senin, 27 Desember 2010

SILATURRAHMI DALAM RANGKA MENYEMARAKKAN TAHUN BARU ISLAM


SILATURRAHMI  MENYEMARAKKAN BULAN TAHUN BARU ISLAM

Pemuda Pelajar Kalimantong yang tergabung dalam sebuah organisasi yang bernama KALIBER ( KALIMANTONG BERSATU ) bekerja sama dengan Pengurus Masjid Darussalam Desa Kalimantong mengadakan kegiatan Silaturrahmi dalam Rangka Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1432 Hijriah yang di hadiri oleh semua lapisan masyarakat yang ada di Desa Kalimantong pada khususnya dan bahkan masyarakat dari luar kalimantong pun ikut serta dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya Bapak H.Syamsun,S.Pd selaku Kordinator pelaksanaan kegiatan ini mengatakan bahwa kegiatan ini rencananya kami akan laksanakan pas tanggal 1 Muharam tapi karena pada saat ini ada keluarga,sahabat, serta teman seperjuangan kita telah dipanggil oleh sang pencipta sehingga kegiatan ini baru saat ini kita bisa laksanakan, jika kita mengingat sebuah pepatah klasik mengatakan “ BIAR TERLAMBAT ASAL TIDAK DILAKSANAKAN SAMA SEKALI ” itu yang menjadi tolak ukur kami sehingga kita laksanakan kegiatan ini dia juga menambah bagi Bapak/Ibu/Sdr/I yang tidak hadir dalam kegiatan ini mereka adalah yang rugi sekali karena jamuan dalam kegiatan ini adalah daging kuda beliau sedikit tersenyum dalam candanya , di tempat yang sama Salah satu Tokoh Masyarakat Kalimantong dan juga sebagai anggota BPD Desa Kalimantong Bapak Sulaiman Ny mengatakan saya pribadi merasa puasa dengan apa yang dilaksanakan oleh para pemuda saat ini saya berharaf kedepannya bisa di tingkatkan lagi dan pelaksanaannya bisa lebih meriah dari apa yang kita laksanakan saat ini. Sedangkan Saudara HASANUDDIN  mewakili semua pemuda mengatakan dan mengucapkan terima kasih yan tak terhingga kepada semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan ini dia juga berharaf kepada semua hadirin yang hadir saat itu agar mari sama – sama kita bangun desa darat kita yang kita cintai ini pada khususnya dan bangsa indonesia pada umumnya,( Hesso Komedik KSB )

Rabu, 15 Desember 2010

STQ Tk. Kecamatan Brang Ene

Kalimantong, Rabu tanggal 15 Desember 2010 Pembukaan STQ IV Kecamatan Brang ene bertempat di desa lampok di buka secara simbolis oleh camat brang ene yakni bapak H.usman Hi,serta di hadiri oleh seluruh lapisana masyarakat desa lampok khususnya dan warga yang tersebar di 6 desa yang ada di kecamatan brang ene , Arena STQ sejenak hening saat acara di mulai dengan pembacaan Ayat Suci Al Qur’an oleh bapak Ust Jalaluddin,S.Pdi , yang dilanjutkan oleh sambutan ketua Panitia Penyelenggara Saudara Herman,A.ma mengatakan Pelaksanaan STQ ini adalah  berdasarkan keputusan Camat Brang Ene Nomor 11 Tahun 2009, beliau juga mengatakan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga acara STQ pada malam hari ini bisa kita laksanakan insyaAllah sesua dengan harapan kita semua , Dia juga menambahkan bahwa peserta dalam STQ tahun ini di desa lampok yakni dikuti oleh 38 orang peserta yang tersebar di lima desa yang ada di kecamatan brang ene, Untuk pendanaan Pelaksanaan SRQ ini adalah Di bebankan dalam APBdes Desa lampok tahun 2010 serta patungan semua desa yanga ada di kecamatan brang ene sendiri, sedangkan Camat brang ene, dalam sambutannya mengatakan Moment STQ tahun ini adalah untuk melahirkan Qori dan Qori’ah terbaik yang akan menjadi Duta Kecamatan Dalam MTQ VII tingkat kabupaten Sumbawa barat yang akan dilaksanakan di Kecamatan Maluk, Beliau juga berharaf besar kepada Semua Dewan hakam yang bertugas Agar nanati dapat melahirkan hasil seleksi yang mampu memberi yang terbaik unutk kecamatan brang ene pada MTQ tingkat Kabupaten nanti, terakhir dia juga berpesan agar moment ini hendaknya kita maknai sebagaiupaya yang berkontinyu. Di temapt terpisah Kepala Desa Lampok bapak Aripin Mengatakan kami sangat bangga sekali karena telah di percaya sebagai tuan rumah tahun ini dan kami berterima kasih kepada semua warga desa lampok khususnya yang telah meluangkan waktunya untuk persiapan kegiatan ini, acara Pembukaan STQ kelihatan lebih meriah saat ibu pkk desa lampok menghibur para tamu undangan dengan aksi Qasidah mereka.( hesso Komedik )

Selasa, 14 Desember 2010

Polemik PLIK di Kecamatan Brang Ene Belum Ada Solusi

Kalimantong, Kemajuan teknologi informasi dimana-mana sedang menjadi isu hangat yang tak kunjung habis dibicarakan. Hampir setiap menit bahkan setiap detik informasi berganti, bila tak jeli dan tanggap informasi maka kita pun akan ketinggalan informasi. Internet adalah salah satu sarana penyebarluasan informasi yang tak asing lagi bagi masyarakat, apalagi dikalangan generasi muda yang begitu haus akan informasi-informasi terkini tentang segala hal. Ditempatkannya Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) di pelosok-pelosok daerah yang memiliki akses informasi terbatas seperti kecamatan Brang Ene merupakan angin segar bagi Pemerintah setempat bagi keterbatasan sarana dan anggaran yang dimiliki. Mengingat penyediaan Sarana dan Prasarana teknologi informasi ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Oleh karena itu ketika PLIK benar-benar dibangun didaerah ini, masyarakat bertanya-tanya. Apakah benar fasilitas ini untuk umum??

Kampung Media Kalimantong, Komedik, mencoba klarifikasi keberadaan PLIK ini ke Pemerintah setempat yaitu ke Camat Brang Ene. Langkah yang diambil oleh Komedik ini juga dalam rangka melaksanakan instruksi dari Gubernur Nusa Tenggara Barat dalam suratnya perihal Sinkronisasi Kampung Media dengan PLIK yang ada di masing-masing kecamatan di Nusa Tenggara Barat. Camat Brang Ene, Usman, S. Pd. diruang kerjanya menjelaskan kondisi yang sedang dihadapi kecamatan terkait keberadaan PLIK di wilayahnya. " Saya tidak tahu menahu bagaimana prosesnya PLIK itu bisa ada di sini. Tau-tau sarana itu sudah dibangun tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada Kecamatan sebagai kepala wilayah setempat. Saya juga bingung ketika banyak masyarakat yang menanyakan masalah ini, saya minta konfirmasi ke Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika sebagai leading sektornya ternyata sama saja tidak tahunya. Jadi, saya pikir saya harus tahu dulu posisi Kecamatan dalam masalah ini. Saya tidak akan mengambil kebijakan apapun selama belum ada kejelasan yang saya terima perihal masalah ini. Kami akan bersurat ke Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jakarta untuk memohon penjelasan tentang masalah ini" 

Sebagaimana diketahui, PLIK merupakan layanan yang diluncurkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, dimana Layanan itu merupakan bagian dari program “Universal Service Obligation (USO)”, yang menyediakan internet murah untuk pemberdayaan masyarakat di daerah terisolir dan proyek pembangunannya diserahkan kepada pihak ketiga. Bisa jadi karena dikerjakan oleh Pihak Ketiga,  sebagian pihak berasumsi bahwa  proyek ini miskin koordinasi, terbukti dengan adanya keluhan dari berbagai kalangan yang merasa "dilangkahi" dalam menetapkan kebijakan penentuan lokasi pembangunannya karena tim survey yang melaksanakan survey lapangan penentuan lokasi pembangunan PLIK ini tidak berkoordinasi dengan Pemerintah setempat.

Penempatan PLIK di Kecamatan Brang Ene berada di rumah penduduk setempat, sehingga dalam pemanfaatannya belum bisa maksimal. Ditambah lagi dengan belum berfungsinya perangkat yang ada itu karena masih belum bisa beroperasi. Sesuai informasi yang diperoleh Komedik, untuk mengaktifkan perangkat ini dibutuhkan ketersediaan akses lewat VSAT  yang masih harus diikuti dengan penyediaan port internet dan penyediaan sistem informasi manajamen dan monitoring layanan internet kecamatan (SIMMLIK) dimana pengadaan Port internet dan sistem informasi manajemen tendernya terpisah, sehingga masih dibutuhkan waktu yang cukup lama dalam pemanfaatannya. Semoga permasalahan yang membelit ini dapat segera diselesaikan untuk kemaslahatan masyarakat sehingga manfaat dari PLIK benar-benar dapat dirasakan dengan nyata.

Sabtu, 20 November 2010

IDUL KURBAN DI KALIMANTONG

Kalimantong (18/11) Perayaan Hari Raya Idul Adha di Kalimantong dilaksanakan pada tanggal 16  November 2010 yang mana telah dilaksanakan dengan hidmat di masjid  Darussalam Desa  Kalimantong.  Masjid dua lantai tersebut merupakan masjid pertama yang ada di Kecamatan Brang Ene,  yang pembangunannya dikerjakan secara swadya oleh warga Kalimantong sendiri dan Alhamdulillah hingga saat ini pembangunannya sudah berjalan 90%. Dalam khotbahnya, Bapak H.Syamsun, S.Pd. selaku khatib menjelaskan bahwa hari raya idul adha atau hari raya haji ini menceritakan tentang ketaatan nabi ibrahim dan nabi ismail saat menerimah perintah allah swt untuk di sembeli, serta perjuangan siti hajar serta ketaannya kepada nabi ibrahim saat beliau di tinggalkan di padang pasir oleh seorang suaminya,saking terharunya khatib tanpa sadar beliau mengeluarkan air matanya,setelah shalat idul adha di masjidlangsung di lanjutkandengan acara pemotongan hewan kurban,di tempat terpisah bapak kepala desa kalimantong mengatakan alhamdulillah tahun ini kami mendapat bantuan hewan kurban sebanyak 4 ekor yakni 2 ekor sapi dan 2 ekor kambing, saya mewakili warga desa kalimantong mengucapakkan terimah kasih kepada bapak ibu yang telah meyumbang tersebut semoga amal mereka di terimah oleh allah swt, keempat orang tersebut adalah ust.h.amir ma’ruf husain satu ekor sapi ,keluarga besara ikatan alumni pondok gontor 1 ekor sapi,ibu erdawati,s.p 1 ekor kambing ,serta riskah putria ramdhani syafruddin desa maneneng 1 kambing setelah acara potong kurban dilaksanakan maka semua daging kurbandibagikan ke semua warga kalimantong melalui ketu rt masing – masing beliau juga menambahkan di dusun ai dewa juga ada yang berkurban saya juga berterimah kasih kepada saudara a.hasyim m.nur yang lebih di kenal mekis karena dia juag menyumbang satu ekor sapi untukdi korban tahun ini.

Senin, 15 November 2010

POSKESDES ADAKAN PENYULUHAN KESEHATAN IBU DAN ANAK

Kalimantong (14/11), Pos Kesehatan Desa Kalimantong mengadakan penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak dengan tema "Meningkatkan Kesejahteraan Kesehatan Ibu dan Anak"  beberapa waktu yang lalu. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama Kantor Desa Kalimantong dalam hal ini Kepala Desa Kalimantong dengan Poskesdes Kalimantong. Acara ini dihadiri oleh Camat Brang Ene yang diwakili oleh Sekcam Brang Ene, Nasaruddin, Kepala Desa Kalimantong, Kepala Puskesmas Brang Ene, serta masyarakat Desa Kalimantong.
Acara diawali dengan sambutan Kepala Desa Kalimantong, Ayubar. Dalam sambutannya beliau berharap agar masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan ini baik dalam mengikuti arahan-arahan dari petugas dari poskesdes Kalimantong ataupun dalam bertanya tentang segala sesuatu yang dirasa kurang jelas penjelasannya. "Jangan malu bertanya ya ibu-ibu??" ujarnya dengan nada berkelakar.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan dari Sekcam Brang Ene, Nasaruddin dan diteruskan kata pengantar dari Kepala Puskesmas Brang Ene, Dr. Fary Teddy Rahardian. " Ibu-Ibu yang akan melahirkan harus segera dibawa ke puskesmas terdekat atau apabila di desa maka dibawa ke KTP dan Kartu Keluarga untuk memudahkan proses administrasinya. Ada kondisi-kondisi tertentu dimana Poskesdes ataupun Puskesmas Kecamatan meminta agar pasien dirujuk ke RSU Kab. Sumbawa yaitu antara lain : Apabila ibu hamil memiliki tekanan darah tinggi atau penyakit asma, karena memiliki perlakuan perawatan yang berbeda dengan ibu hamil yang tidak memiliki penyakit tersebut diatas." jelasnya panjang lebar.
Oleh karena itu ibu hamil harus sering-sering memeriksakan kesehatan dan kandungannya ke poskesdes setempat. " Alhamdulillah, 3 tahun saya di Kecamatan ini belum pernah saya temukan AKINO (Angka Kesehatan Ibu Nol). Sementara untuk pasien rujukan dibantu langsung oleh Desa, Rp. 50.000 untuk Pasien yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sumbawa dan Rp. 100.000 untuk pasien yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Mataram" paparnya lagi.
Tim Penyuluh yang memberikan penyuluhan dipimpin oleh Eny Setyawati, AMd.Keb. Pada sesi ini tim penyuluh memberikan penyuluhan tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil. Hal ini bertujuan untuk membangun kepercayaan antara Ibu dan Bidan sehingga pada saat pemeriksaan dapat diketahui kondisi kehamilannya, apakah normal, kehamilan diluar rahim ataupun kondisi-kondisi tak biasa lainnya.
"Penyakit-penyakit kehamilan antara lain 4 terlalu dan terlambat yaitu : Terlalu Tua (diatas 35 tahun), Terlalu Muda (dibawah 20 tahun), Terlalu Dekat (jarak kelahiran kurang dari 2 tahun), dan Terlalu Banyak (lebih dari 5 kelahiran). Kemudian Terlambat mengenal usia kehamilan, Terlambat menuju sarana kesehatan, dan Terlambat ditolong oleh Bidan. Hal ini dapat dicegah apabila ibu ritin memeriksakan kandungannya ke poskesdes terdekat.
Suasana penyuluhan semakin menarik saat dibuka sesi tanya jawab. Banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta terkait dengan kesehatan kandungan pada ibu hamil serta kesehatan anak.

Kamis, 04 November 2010

INFO CPNS Kementerian Komunikasi dan Informatika 2010

Komedik (3/11)  Info (lowongan CPNS) –Kementerian Komunikasi dan Informatika membuka lowongan CPNS 2010 sebanyak 348 orang yang terbagi dalam 7 wilayah. Pengumuman pembukaan lamaran dilakukan tanggal 26 Oktober 2010, dan registrasi lamaran online dibuka antara 28 Oktober – 12 November 2010.
Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi no. 252/2010 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara no. 30/2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil, bersama ini Kementerian Komunikasi dan Informatika, memberi kesempatan kepada warga negara Indonesia untuk mengikuti seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Persyaratan CPNS KOMINFO
Persyaratan :
  1. Warga Negara Republik Indonesia.
  2. Berusia serendah-rendahnya 21 (dua puluh satu) tahun dan setinggi- tingginya 35 (tiga puluh lima) tahun pada tanggal 1 Desember 2010.
  3. Berusia setinggi-tingginya 40 (empat puluh) tahun bagi yang bekerja pada instansi atau lembaga swasta yang berbadan hukum yang menunjang kepentingan nasional paling kurang 5 (lima) tahun pada 17 April 2002 (Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2002).
  4. Berijazah S1, S2, D4 dan D3 atau yang disetarakan, baik dari lulusan perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta yang telah terakreditasi dengan indeks prestasi minimal 2.75.
  5. Ijazah yang diperoleh dari sekolah atau perguruan tinggi di luar negeri hanya dapat dihargai apabila telah diakui dan ditetapkan sederajat dengan ijazah dari sekolah atau perguruan tinggi negeri yang ditetapkan oleh Menteri yang bertanggungjawab dibidang pendidikan nasional atau pejabat lain yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku berwenang menyelenggarakan pendidikan.
  6. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.
  7. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta.
  8. Tidak berkedudukan sebagai calon/pegawai negeri.
  9. Sehat jasmani dan rohani.
  10. Tidak mengkonsumsi / menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor dan zat adiktif lainya.
  11. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berkas pendaftaran :
  1. Surat lamaran ditulis tangan dengan tinta hitam dan dibubuhkan materai Rp. 6.000, ditujukan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Up. Ketua Tim Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan mencantumkan nama jabatan yang dilamar.
  2. Fotocopy ijazah terakhir dan transkip nilai yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.
  3. Pasfoto berwarna terbaru, ukuran 3 X 4 cm sebanyak 2 lembar dengan mencantumkan nama dibalik foto.
  4. Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang dikeluarkan oleh pihak yang berwajib / POLRI.
  5. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari Dokter Pemerintah.
  6. Berkas Lamaran yang dicetak langsung dari situs SIPC LIPI setelah proses registrasi.
Pengiriman berkas lamaran :
  1. Berkas lamaran dikirim melalui PO.BOX yang sudah ditentukan, dan harus diterima Panitia sebelum 15 November 2010.
  2. Berkas lamaran dimasukkan dalam map warna merah untuk S2, biru untuk S1/D4 dan warna hijau untuk D3.
  3. Tidak menerima berkas lamaran yang dikirim selain melalui PO.BOX yang telah ditentukan.
  4. Di luar map dan amplop tertulis nomor lamaran, nama, alamat, nomor telepon serta jabatan yang dilamar.
Berkas lamaran ditujukan :
1. PO. BOX , untuk wilayah tes I Jakarta
2. PO. BOX 4117 PEMSAR SOLO, untuk wilayah tes II Solo
3. PO. BOX 1283 PEKANBARU, untuk wilayah tes III Pekanbaru
4. PO. BOX 3835 DENPASAR, untuk wilayah tes IV Denpasar
5. PO. BOX 1241 SAMARINDA, untuk wilayah tes V Samarinda
6. PO. BOX 7100 MAKASSAR 90000, untuk wilayah tes VI Makassar
7. PO. BOX 2222 JAYAPURA, untuk wilayah tes VII Jayapura
Catatan :
Dalam proses seleksi administrasi panitia akan memberlakukan sistem rangking berdasarkan nilai IPK tertinggi sesuai dengan kebutuhan jabatan yang dibutuhkan untuk menentukan jumlah peserta ujian apabila jumlah pelamar melebihi jumlah peserta ujian yang ditentukan.
Berkas pasfoto untuk registrasi online dalam format JPEG dengan ukuran kurang dari 30 KB.
Jumlah lowongan
Jumlah lowongan yang dibuka untuk tahun 2010 sebanyak 348 orang yang terbagi dalam 7 wilayah.
Tahapan dan jadwal penerimaan CPNS KOMINFO
Tahapan dan batas waktu penerimaan CPNS KOMINFO adalah :
I. Verifikasi administrasi :
Pengumuman resmi : 26 Oktober 2010
Penerimaan registrasi lamaran melalui situs SIPC KOMINFO : 28 Oktober – 12 November 2010
Penerimaan berkas lamaran : 29 Oktober – 15 November 2010 (diterima Panitia)
Pengumuman pelamar dipanggil ujian tulis : 19 November 2010
II. Ujian :
Ujian tulis : 27 November 2010
Pengumuman pelamar dipanggil ujian psikotes dan wawancara : 8 Desember 2010
Psikotes : 11 / 13 Desember 2010 (tergantung lokasi)
Wawancara : 13 / 14 Desember 2010 tergantung lokasi)
III. Hasil final :
Pengumuman pelamar diterima : 21 Desember 2010
Registrasi ulang dan penyerahan berkas pelamar diterima : xx – xx Desember 2010
TMT/Pengangkatan CPNS : 1 Desember 2010
Mulai bekerja : Awal 2011
Persiapan sebelum mengajukan lamaran
Proses awal registrasi lamaran melalui situs SIPC KOMINFO merupakan tahapan paling krusial. Proses ini dilakukan sepenuhnya oleh pelamar. Untuk mengurangi kesalahan, pelamar dihimbau untuk mempersiapkan seluruh data dan dokumen pendukung yang diperlukan. Dalam proses verifikasi, panitia tidak memiliki (dan tidak diberi) wewenang untuk melakukan perubahan pada isian Anda. Sehingga ketidaksesuaian antara isian dan berkas lamaran yang dikirimkan kemudian akan berakibat pada ketidaklulusan pada tahap I.
Untuk menghemat waktu akses, sebelum mengisi formulir lamaran ini pastikan bahwa Anda telah menyiapkan data-data dan dokumen pendukung minimal, yaitu :
– Nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP).
– Tahun dan nomor ijasah pendidikan terakhir.
– Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) transkrip nilai pendidikan terakhir.
– Berkas dijital pasfoto warna berukuran 200 x 150 piksel dalam format JPEG (dengan nama ekstensi JPG) dan maksimal berukuran sebesar 30 KB.
– Surat elektronik (Email) yang biasa dan selalu Anda akses secara berkala. Informasi khusus akan disampaikan melalui surat elektronik secara langsung.
Proses dan prosedur lamaran
1. Persiapan data yang dipersyaratkan.
Siapkan seluruh data dan dokumen tersebut diatas.
2. Lakukan registrasi lamaran melalui situs SIPC KOMINFO (http://cpns.depkominfo.go.id) dengan meng-klik halaman LAMARAN.
Saat pengisian pastikan untuk mengisi formulir dengan benar dan lengkap sesuai petunjuk tertulis. Kesalahan pengisian sehingga terjadi ketidaksesuaian dengan berkas yang dikirimkan akan mengakibatkan ketidaklulusan pada tahap I (verifikasi administrasi). Dalam proses pengisian hindari menekan tombol ENTER, sebaliknya pakai tetikus untuk memindahkan kursor ke kolom yang diinginkan. Setelah selesai, tekan tombol KIRIM. Akan segera ditampilkan NOMOR LAMARAN dan KATA-SANDI Anda.
3. Lakukan LOGIN memakai jendela login di sebelah kiri. Kemudian unggah pasfoto serta revisi isian lamaran bila ada kesalahan.
Bila sudah selesai, tekan tombol KIRIM.
Pengecekan status lamaran
Segera setelah registrasi lamaran, setiap pelamar akan mendapatkan NOMOR LAMARAN yang unik. Simpan dengan baik nomor lamaran ini ! Dengan nomor lamaran dan kata-sandi yang dimiliki, para pelamar bisa melakukan revisi atas formulir registrasi sebelum verifikasi administrasi atas lamaran tersebut dilakukan.
Seluruh proses Penerimaan CPNS KOMINFO bisa dipantau oleh pelamar secara waktu riil. Data detail proses lamaran bisa diakses hanya oleh pelamar yang bersangkutan melalui jendela login di sebelah kiri dengan memasukkan nomor lamaran dan kata-sandi yang dimiliki. Para pelamar diwajibkan memantau lamarannya melalui situs SIPC KOMINFO. KOMINFO tidak bertanggung-jawab atas aneka kesalahan yang diakibatkan oleh kelalaian para pelamar.
Tahap I : verifikasi administrasi
Proses verifikasi dilakukan langsung segera setelah berkas lamaran diterima oleh Panitia. Verifikasi dilakukan untuk melihat kesesuaian data registrasi yang telah diisi oleh pelamar melalui situs SIPC KOMINFO dengan berkas yang dikirim ke Panitia.
Pelamar bisa mengakses informasi detail hasil verifikasi melalui halaman pelamar yang bisa diakses melalui jendela login di sebelah kiri dengan memasukkan nomor lamaran dan kata-sandi yang dimiliki. Melalui halaman ini informasi verfikasi per-item bisa diketahui.
Ingat bahwa KOMINFO TIDAK melayani tanya jawab dalam bentuk apapun terkait dengan lamaran !
Tahap II : ujian tulis
Tahap ujian tulis akan dilakukan sesuai dengan jadwal. Hanya pelamar dengan ranking teratas sebanyak faktor pengali jumlah setiap formasi yang akan dipanggil untuk mengikuti ujian tulis.
Pelamar diwajibkan membawa KARTU PESERTA UJIAN yang dicetak langsung dari situs SIPC KOMINFO. Kartu Peserta Ujian harus dicetak langsung dari halaman registrasi masing-masing pelamar setelah login memakai nomor lamaran dan kata-sandi yang dimiliki. Pada halaman registrasi pelamar yang lolos tahap I akan ditampilkan tautan CETAK KARTU PESERTA UJIAN.
Masa ujian tulis adalah 1 (satu) hari kerja bersama-sama untuk seluruh pelamar yang dipanggil.
Waktu pelaksanaan ujian tulis 08:00 – 15:00 WIB. Setiap peserta diwajibkan membawa :
– Kartu Tanda Peserta Ujian yang sudah disahkan saat verifikasi fisik sebelum ujian tulis.
– Pensil 2B.
– Penghapus pensil.
– Alas untuk menulis.
Selain itu sangat disarankan untuk membawa bekal makanan dan minuman mengingat keterbatasan penjual makanan dan minuman di sekitar lokasi ujian. Peserta dianjurkan mempergunakan kendaraan umum untuk mencapai lokasi ujian tulis mengingat ketiadaan lahan parkir di sekitar lokasi.
Jenis dan materi ujian tulis meliputi Tes Kompetensi Dasar (TKD) yang meliputi :
– Tes Pengetahuan Umum (TPU)
– Tes Bakat Skolastik (TBS)
– Tes Skala Kematangan (TSK)
– Bahasa Inggris
Sedangkan Tes Kompetensi Bidang (TKB) dilaksanakan dalam bentuk psikotes dan wawancara.
Sumber pengumuman: http://cpns.depkominfo.go.id/

Rabu, 03 November 2010

TARGETKAN 100% KELULUSAN, SMUN 1 BRANG REA ADAKAN PEMANTAPAN UJIAN NASIONAL

Komedik(3/11), SMUN I Brang Rea merupakan satu-satunya SMU Negeri di Brang Rea. Sekolah ini menerapkan mutu kedisiplinan  mulai dari siswa masuk sampai jam pulang sekolah, sekolah dengan jumlah siswa 207 siswa ini menargetkan Kelulusan 100 % di tahun ajaran mendatang. Karena tingkat kelulusan tahun lalu adalh 96%. " Hal ini mutlak perlu diterapkan, karena kami menargetkan peningkatan kelulusan tahun ajaran mendatang" tegas Hermanto, S.Pd. Kepala Sekolah SMUN I Brang Rea.
Jadwal Pemantapan telah ditetapkan yaitu dimulai tanggal 1 November 2010 kemarin. Pelaksanaannya 3 kali seminggu dari pukul 3 sore hingga 5 waktu setempat.  
"Kegiatan Pemantapan bagi kelas 3 ini terlaksana berkat dukungan dari orang tua murid bekerjasama dengan komite sekolah dan dibiayai oleh Anggaran Komite Sekolah. "kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas dan lulusan yang akan dihasilkan oleh Sekolah ini serta menjadi bekal bagi siswa itu sendiri nantinya" Jelas Thmarin, S.Pd. Wakil Kepala Sekolah SMUN I Brang Rea.
Langkah ini dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Mengingat daerah ini telah menerapkan sistem pendidikan gratis beberapa tahun belakangan ini. Tak menutup kemungkinan "Penggratisan" ini dianggap remeh oleh sebagian orang sehingga kualitas yang dihasilkan akan menurun. Bisa dibilang seharusnya dengan digratiskan biaya sekolah maka kualitas pendidikan yang dihasilkan akan meningkat. Hal ini sempat menjadi rumor tak mengenakkan ketika beberapa waktu lalu KSB sempat menghasilkan jumlah lulusan yang jauh dibawah standar. Semoga ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk ikut mendukung meningkatkan kualitas generasi-generasi yang akan membawa daerah ini ke pembangunan yang lebih baik dimasa mendatang.

HMI CAB. TALIWANG LONG MARCH GALANG BANTUAN MERAPI DAN MENTAWAI

Komedik(3/11), Bencana beruntun yang melanda tanah air tercinta telah menumbuhkan rasa sosial dikalangan generasi pemuda yang menyebut dirinya Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Taliwang. Berbekal kemampuan mereka berorasi, mereka mencoba untuk menggalang bantuan baik berupa uang ataupun pakaian yang akan disumbangkan kepada korban bencana Tsunami di Mentawai dan Merapi di Jawa Tengah. 
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang selalu dilaksanakan organisasi ini beberapa waktu terakhir ini. Selain untuk membuktikan eksistensi keberadaannya, mereka juga berharap melalui aksi ini akan memicu semangat orang-orang disekitar mereka untuk turut prihatin dengan kondisi saudara-saudara kita yang kini tengah tertimpa musibah. Dengan melakukan Long March sepanjang jalan protokol yang ada di Taliwang. Mereka berorasi dan meminta sumbangan kepada orang-orang yang lewat atau rumah-rumah penduduk yang mereka lewati sepanjang jalan tersebut. " Kami harap bantuan yang kami kirim ini walaupun tidak banyak dan kami yakin sekali tidak akan mencukupi kebutuhan para korban disana bisa membantu sedikit kebutuhan mereka. Karena kami juga memantau berita-berita di media dan surat kabar tentang kondisi korban yang hingga saat ini masih banyak yang belum mendapatkan bantuan. Andai kami memiliki kemampuan untuk menjadi relawan yang berangkat ke lokasi bencana, pasti kami akan sangat senang sekali" ujar Ketua aksinya


"ENGLISH DEBATE CONTEST" ??? SAPA TAKUT!!!

Komedik(3/11) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sumbawa Barat bidang DIKMENTI (Pendidikan Menengah dan Tinggi) kemarin melaksanakan Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat SMP dan SMU yang dipusatkan di SMP Negeri III Taliwang Kab. Sumbawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 1/11-2010 sampai dengan 2/11/2010. Pantauan Tim Komedik saat meliput kegiatan ini, peserta yang ikut berpartisipasi dalam Lomba Debat ini cukup banyak. Ini menandakan minat berbahasa Inggris dikalangan pelajar yang ada di Kabupaten ini cukup tinggi. Hal ini juga dibuktikan dengan tidak cukupnya ruangan yang digunakan untuk menggelar lomba tersebut sehingga panitia terpaksa memanfaatkan 2 kelas lainnya untuk lokasi lomba. Selain itu peserta yang mengikuti lomba ini juga berasal dari beberapa sekolah di Kecamatan sekitar Ibukota Kabupaten yang berjumlah sekitar 11 sekolah.
"Pemenang dari lomba ini nantinya akan dikirim ke Mataram untuk mengikuti lomba serupa yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Propinsi NTB mewakili Kabupaten Sumbawa Barat" jelas M. Solihin,S.Pd Ketua Panitia kegiatan ini.
Dengan adanya lomba-lomba seperti ini diharapkan menjadi saringan besar untuk menemukan bibit-bibit cendekia untuk membuktikan potensi pelajar daerah yang juga mampu bersaing dengan pelajar daerah lain yang mutu pendidikannya telah diatas rata-rata. Selain itu hal ini juga merupakan sarana yang mumpuni untuk menyalurkan bakat dan minat pelajar sejak dini. Sehingga energi masa muda yang meluap-luap akan mempunyai wada yang tepat untuk dapat dikembangkan potensinya untuk masa depan mereka dan daerah ini tentu saja.

Selasa, 26 Oktober 2010

Lapangan Bolaku Sayang, Lapangan Bolaku Malang....

Kalimantong(27/10),  Sepak Bola....siapa yang tidak kenal dengan olah raga yang satu ini. Dari anak-anak kecil hingga orang tua sangat menyukai olah raga ini, bahkan dari kalangan yang mapan sampai kalangan biasa-biasa saja yang hanya bermain di lapangan sederhana dengan peralatan yang seadanya. Tak bisa dipungkiri bahwa olah raga ini begitu digemari dan menjadi favorit bagi semua kalangan tak terkecuali pecinta bola di Desa Kalimantong. Namun hal itu kini  hanya menjadi mimpi karena lapangan yang selama ini dimanfaatkan warga untuk menyalurkan hobinya tersebut telah beralih fungsi menjadi kebun dan tempat pembuangan sampah sehingga mereka harus memendam keinginan untuk bermain di kampung halamannya sendiri, bahkan mereka harus rela bermain di lapangan bola desa tetangga.

Komedik yang mencari langsung sumber informasi yang bisa dipercaya mengenai masalah ini, langsung menemui Kepala Desa Kalimantong, Ayubar, menurut beliau " Lapangan itu asalnya adalah milik salah satu warga yang dimiliki secara turun temurun. Akibat banjir bandang yang melanda daerah ini Tahun 2000 lalu  telah mengakibatkan lapangan ini tidak layak lagi peruntukkannya menjadi lapangan bola. Karena lahan tersebut sudah terendam air dan tidak rata lagi". 
Kalimantong dulunya memiliki Club Persatuan Sepakbola yang cukup ternama yaitu PS. Mandiri Putra. Club ini memiliki catatan prestasi yang cukup membanggakan, namun kini hal itu hanya tinggal cerita yang terus didengungkan oleh orang-orang tua kepada kaum muda pecinta sepakbola yang kelak menjadi cikal bakal Pemain Bola kenamaan yang akan dicetak oleh Desa ini. " Memiliki Lapangan Bola  menjadi mimpi terbesar kami saat ini" ungkap Kepala Desa Kalimantong, Ayubar, dengan nada prihatin. "Tidak sedikit dari anak-anak muda Kalimantong yang memiliki kemampuan bermain yang baik bahkan diatas rata-rata namun karena masih terbentur dengan sistem yang masih baku yang berlaku di PS. Sumbawa Barat, Persatuan Sepak Bola Kabupaten Sumbawa Barat termasuk ketersediaan lapangan yang seadanya mengakibatkan mereka harus memendam keinginannya untuk bersaing dengan pemain-pemain lain yang berkeinginan bergabung dengan PS. Sumbawa Barat. Kalaupun ada lapangan di sekitar Desa Kalimantong, hal itu harus ditempuh hampir 3 Km dari Desa. Karena lahan yang dipakai selama ini adalah lahan-lahan pertanian yang  dimanfaatkan sementara sebagai lapangan darurat. Bila Musim tanam tiba, mereka harus mencari lahan lain yang belum dimanfaatkan pemiliknya". Jelasnya panjang lebar. Ironis memang,..

Kebutuhan rakyat akan rekreasi dan hiburan adalah salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi seorang pemimpin terhadap rakyatnya. Kebutuhan ini merupakan salah satu dari 10 Kebutuhan Pokok yang terus di dengungkan oleh Bupati Sumbawa Barat dalam setiap himbauannya. Semoga hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan beliau dalam mensejahterakan rakyatnya. 

Lapangan Bolaku sayang, Lapangan Bolaku malang. Nasibmu kini...


 

MERARI, Tradisi yang memutus rantai budaya?


Kalimantong(25/10), Budaya pernikahan di Tanah Sumbawa adalah suatu tradisi pernikahan yang bermuatan adat dan amatlah sakral. Tradisi Pernikahan dengan rentetan proses yang (kata sebagian orang) rumit menimbulkan persepsi berbeda di masyarakat. Terutama di kalangan anak muda dan remaja, mereka berpendapat jika sudah mempunyai niat baik untuk membina rumah tangga seharusnya kedua pihak orang tua mendukung niat anak-anak mereka dengan mempermudah urusan yang satu ini. Namun terkadang orang tua memiliki standar yang berbeda dengan standar yang ditetapkan oleh anak-anak mereka. Ada sebagian orang tua yang berpendapat, bahwa anak-anak mereka haruslah memiliki pasangan hidup yang ideal baik secara fisik, materi ataupun keturunan. Tak ada orang tua yang menginginkan anak-anaknya hidup menderita kelak, sehingga mereka terpaksa menetapkan standar-standar tertentu yang menurut ukuran mereka akan dapat membahagiakan kehidupan anak-anaknya kelak.

Urutan proses yang harus dilakukan calon mempelai sebelum menjadi pengantin dalam adat "tau samawa" secara ringkas yaitu diantaranya: Bajajak atau Pendekatan yang dilakukan oleh seorang pria pada wanita yang ingin dinikahinya. Pendekatan ini tidak hanya pendekatan secara personal namun juga pendekatan antara kedua keluarga untuk memastikan wanita yang ingin dinikahinya belum memiliki calon suami. Bila si wanita belum memiliki calon suami maka proses yang akan ditempuh selanjutnya yaitu Bakatoan, adalah proses dimana si pria akan melamar si wanita dengan prosesi pertemuan keluarga kedua belah pihak untuk membahas tentang Tanggal pelaksanaan pernikahan,  Penyorong atau jumlah biaya pernikahan yang akan ditanggung oleh pihak laki-laki dan penentuan besarnya Pebeli (mahar) si wanita. Diproses ini nantinya akan ditemui istilah "Pemako' " atau jumlah permintaan yang meliputi keseluruhan biaya yang disebutkan tadi. Biasanya akan disertai tawar-menawar yang dilakukan oleh keluarga pihak lak-laki sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Bila kesepakatan jumlah permintaan tersebut tidak menemui titik temu biasanya proses tersebut akan berhenti sampai disini alias pernikahan tidak jadi dilangsungkan. 

Namun apabila kedua calon mempelai ini sudah terikat secara hati dan bathin, biasanya mereka akan menempuh cara lain yaitu membujuk orang tua calon pengantin wanita untuk mau menerima calon mempelai laki-laki sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Bila cara tersebut tidak  mempan juga, ada sebagian orang yang menganggap bahwa "Merari"  adalah satu-satunya cara terakhir yang mereka miliki untuk bisa bersatu dan membangun mahligai rumah tangga walaupun orang tua salah satu atau kedua belah pihak tidak setuju dengan pernikahan tersebut. Tak jarang terjadi pertumpahan darah demi membela harga diri dan martabat keluarga yang merasa harkatnya diinjak-injak dengan terjadinya "Merari" ini. Ada banyak alasan kenapa "Merari" ini terpaksa dilakukan, namun alasan terbanyak yang ditemui adalah karena tidak adanya restu dari orang tua calon mempelai untuk anaknya menikah dengan pasangan pilihannya. Selain karena faktor keturunan, Kekayaan, Materi juga golongan menjadi alasan klise yang seharusnya bukan faktor penentu pasangan tersebut bahagia atau tidak kelak.

Berbeda dengan tradisi di Pulau Lombok, "Merari" adalah budaya yang sudah tidak asing lagi. Namun bagi "Tau Samawa" hal ini merupakan penghinaan bagi keluarga calon mempelai wanita, dimana anak wanita mereka diajak kawin lari oleh pasangannya. Bedanya dengan budaya Lombok, "Merari"  disini dilakukan dengan membawa pasangan wanitanya kerumah orang yang dituakan atau tokoh masyarakat ataupun tokoh agama dimana mereka akan menjelaskan alasan kenapa mereka lakukan hal tersebut serta mohon bantuan untuk menjembatani keinginan mereka kepada orang tua pasangan wanitanya. Setelah ada kata mufakat dari tokoh masyarakat ini, maka selanjutnya tokoh masyarakat ini akan menjadi juru damai mereka untuk menyampaikan keinginan mereka kepada orang tua si wanita. Terkadang dari keluarga pihak wanita akan mengajukan beberapa permintaan kepada pihak laki-laki, yaitu berkaitan dengan biaya pernikahan yang akan dilangsungkan di rumah si wanita. Bila permintaan tidak dapat terpenuhi maka prosesi pernikahan akan dilangsungkan dirumah si laki-laki dengan biaya yang disanggupi oleh pihak keluarganya. Tentu saja sebelumnya Tokoh Masyarakat yang menjadi Juru Damai antara kedua belah pihak akan memintakan wali nikah untuk si wanita kepada orang tuanya. Apabila tidak diberikan wali, maka terpaksa dipake wali hakim untuk melengkapi persyaratan pernikahan.


Tradisi "Merari"yang dulunya merupakan suatu hal yang amat ditentang keras oleh tetua adat seiring perkembangan zaman cenderung menjadi cara lain untuk melegalkan hubungan kasih antar dua insan. Selain itu bahkan ada asumsi yang menyatakan bahwa "Merari" menjadi cara untuk bisa melangsungkan pernikahan dengan biaya yang terjangkau mengingat kebiasaan dalam adat "tau samawa" pernikahan cenderung dilangsungkan dengan meriah dan besar-besaran yang tentu saja akan menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Bahkan terkadang pihak laki-laki harus menutup pinjaman sana-sini untuk membiayai pernikahannya. Semoga cara-cara seperti ini tidak akan terus membudaya karena tradisi ini bisa saja memutus rantai budaya yang selama ini dipertahankan oleh "tau samawa". Prosesi-prosesi adat yang selama ini menjadi kebanggaan akan punah dengan perlahan karena bisa dibilang bila setiap calon mempelai "Merari", maka tidak akan ada lagi ritual-ritual adat yang akan dilakukan karena prosesi akan langsung ke tahap pernikahan. Sehingga satu lagi budaya adat daerah ini yang tergerus arus modernisasi yang cenderung serba instan dan praktis yaitu Pernikahan.

Sabtu, 23 Oktober 2010

TELKOMFLASH LAMBAT, BERITA JADI BASI !

Kalimantong (23/10), Program Kampung Media yang sudah berjalan hampir setahun ini mulai terasa tak bersemangat lagi di Kabupaten Sumbawa Barat. Begitu gencarnya promosi pemberdayaan pemuda pelopor informasi yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Propinsi NTB yang bekerjasama dengan PT. Telkom melalui pembentukan Kampung Media ini mulai menemui kendala yang cukup serius bila tidak ditangani secara tepat dan cepat.

Kondisi ini telah berlangsung cukup lama, tak hanya berhari-hari namun hingga berbulan-bulan. Fasilitas jaringan yang dijanjikan akan dipasang di Desa Kalimantong, Pilot Project Kampung Media di Kabupaten Sumbawa Barat, belum terealisasi hingga kini. Fasilitas pengganti yang diberikan hanya berupa Modem Flash (Telkomflash) sebanyak 1 buah. Hal ini berdampak sangat jauh pada kesejatian yang semula ditawarkan. Fasilitas yang diberikan belum mampu menjawab tantangan yang ada di desa ini. Sebagaimana diketahui, Kalimantong adalah satu dari beberapa desa yang belum dimasuki oleh jaringan telekomunikasi yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat. Tower Telkomsel yang sudah dibangun, hingga kini belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat karena belum diaktifkan.

"Kami tidak tau secara pasti kenapa tower ini belum bisa dipake. Sehingga Modem flash bantuan dari propinsi ini juga menjadi sia-sia keberadaanya karena modem tanpa sinyal dari Tower Telkomsel ini juga tidak bisa dipake"ungkap Rivan, salah satu anggota Komunitas KOMEDIK Kalimantong. "kami harus mencari sinyal jauh ke luar desa kami untuk bisa memanfaatkan modem flash ini. Tentu saja dengan berbekal Laptop yang kami pinjam sanasini demi meng-upload berita. Lambatnya loading perangkat karena keterbatasan sinyal ini menjadi kendala utama kami dalam mengupload berita. Kadang saking lambatnya, berita yang seharusnya terupload hari ini tertunda hingga dua tiga hari kemudian. Sehingga berita yang kami naikkan sudah dimuat media-media lainya dengan kata lain berita yang kami naikkan sudah tidak up to date lagi" papar Tifa, Ketua Komedik.

"Bila sudah seperti ini, kami hanya bisa berharap realisasi jaringan yang dijanjikan untuk desa kami benar-benar terealisasi. Karena sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan Dishubkominfo Kab. Sumbawa Barat mengenai jaringan telekomunikasi ini. Mereka bersedia membantu pengadaan jaringan ke desa kami dengan memasukkan kebutuhan kami ke dalam pengajuan rancangan anggaran belanja Instansi tersebut. Satu Modem Flash yang ada saat ini bukannya tidak berarti bagi kami, tapi kami lebih memilih untuk menyewa jasa warnet yang ada di ibukota Kabupaten, Taliwang , untuk mengupload berita yang akan kami naikkan. Itupun jika kondisi "kantong" kami mencukupinya, jika tidak kami terpaksa mencari bahan berita lainnya karena pasti berita yang kami naikkan dua hari kemudian sudah dimuat dimedia lainnya. "Kata Pengku Sophan, bendahara Komedik, panjang lebar.

Harapan untuk menjadi yang terdepan dibandingkan Kabupaten-Kabupaten lainnya yang jaringannya sudah terpasang kian memudar. "Kami juga memiliki mimpi yang sama dengan teman-teman Kabupaten lainnya, ingin memajukan daerah dengan fasilitas-fasilitas bantuan yang ada. Kadang terselip rasa cemburu dihati kami melihat Kabupaten lainnya yang dipasang "betul-betul" jaringan fisik, tidak seperti kami yang hanya dibekali satu buah senjata bernama "Modem Telkomflash" namun masih terkendala dengan sinyal yang carut marut dan itupun kami manfaatkan secara bergilir."canda Hesso.

Semoga harapan dan mimpi ini tidak ikut terkubur bersama padamnya semangat dihati mereka. Karena ditangan mereka lah, pemuda-pemuda pelopor dan penggerak ini masa depan daerah ini kelak. Akan menjadi apa daerah ini esok sangat ditentukan oleh campur tangan yang tengah mereka rintis saat ini. Tentu saja dukungan semua komponen masyarakat sangat dibutuhkan termasuk Pemerintah Daerah setempat. Teruslah berjuang!!!

KSB AKAN MENJADI PILOT PROJECT "KTP ELEKTRIK" DI NTB

Kalimantong (23/10), Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat patut berbangga karena Kabupaten termuda di Nusa Tenggara Barat ini akan menjadi pilot project pembuatan KTP Elektik atau biasa disebut E-KTP. Hal ini dipaparkan pada Bimbingan Teknis  (Bintek) yang digelar oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sumbawa Barat beberapa waktu lalu.

Bimbingan Teknis yang bertema " Pemutakhiran Data Penduduk dengan Sistem Digitalisasi" ini mensosialisasikan tentang akan dibuatnya KTP seumur hidup bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat. Hasanuddin Karing, Staf Kantor Desa Kalimantong Kecamatan Brang Ene, yang juga merupakan salah satu peserta pada Bintek tersebut menyatakan  bahwa "Program ini diluncurkan oleh Pemerintah Pusat dengan harapan akan mempermudah pendataan penduduk di seluruh wilayah Indonesia. E-KTP ini akan memuat sidik jari pemiliknya sehingga dimanapun berada akan memudahkan dalam pendataan atau sensus penduduk. Karena E-KTP ini akan terdata secara online di seluruh wilayah Republik Indonesia sehingga akan meminimalisir kemungkinan warga yang memiliki lebih dari satu KTP". jelasnya panjang lebar.
"E-KTP ini juga nantinya akan mempermudah penghitungan jumlah pemilih dalam Pemilu ataupun Pilkada bagi calon pemilih yang tidak terdata di Daerah Pilih yang ada di daerah bersangkutan. Tapi, sebelum E-KTP ini dibuat nantinya setiap warga harus memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) terlebih dahulu. Dengan adanya NIK akan memudahkan pendeteksian data penduduk yang ada di KTP tersebut. Jika seseorang berada di luar daerah domisili sesuai dengan KTP nya, Petugas Pendata tinggal mencocokkan NIK yang tertera pada KTP tersebut" tambahnya lagi.

Oleh karena itu, setelah sosialisasi ini akan dilakukan pendataan ulang untuk memenuhi syarat terbitnya E-KTP ini. Pendataan akan melibatkan Kantor Desa setempat tanpa bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik sebagaimana pada umumnya sensus penduduk. Biaya pembuatan E-KTP ini rencananya akan digratiskan sebagaimana pembuatan KTP biasa. 

Semoga terobosan-terobosan seperti ini akan memperpendek jalur birokrasi dalam Pelayanan Publik  yang selama ini terkenal berbelit-belit dan memakan banyak waktu dan biaya.  Kita tunggu saja tanggal mainnya...



Selasa, 19 Oktober 2010

PNPM PUSAT GULIRKAN BANTUAN UNTUK KALIMANTONG

Kalimantong (20/10), Semangat baru mewarnai masyarakat Desa Kalimantong, Kecamatan Brang Ene. Beberapa bantuan yang bersifat fisik yang bermanfaat bagi kemaslahatan seluruh masyarakat Desa Kalimantong telah dibangun di Desa ini. Pengku Sophan, Ketua Karang Taruna "PALADA"  Desa Kalimantong yang juga anggota dari PNPM Desa Kalimantong memaparkan secara rinci tentang program ini. "Bantuan ini merupakan program dari PNPM Pusat yang disalurkan melalui PNPM Kabupaten Sumbawa Barat, dimana pelaksanaannya dilaksanakan secara gotong royong oleh masyarakat.

Beberapa pembangunan itu antara lain : 
1. Pembangunan Jalan Usaha Tani yang berlokasi di Dusun Batu Putih, telah dilaksanakan oleh Organisasi Masyarakat Setampal (OMS), dengan alokasi anggaran Rp. 41.600.000.
2. Pembangunan Bronjong dan Talud. Pembangunannya dipusatkan di Dusun Majapahit Desa Kalimantong dan pelaksanaannya melibatkan seluruh anggota Karang Taruna "PALADA". Alokasi anggaran untuk kegiatan ini yaitu Rp. 49.800.000.
3. Pembangunan Drainase, Saluran Pembuangan dan Talud Dusun Batu Putih, oleh Remaja Masjid Darussalam Desa Kalimantong. Anggaran : Rp. 48.800.000.
4. Pembangunan Drainase dan Talud Dusun Majapahit Desa Kalimantong yang dilaksanakan oleh Lembaga Hukum Masjid Desa Kalimantong. Alokasi Anggaran Rp.48.800.000.
5. Pembangunan Jembatan dan Saluran Drainase Dusun Ai Dewa Desa Kalimantong. Pelaksanaannya oleh Lembaga Pelestari Adat Desa Kalimantong dengan Alokasi Dana Rp.48.600.000

Pelaksanaan Program bantuan ini telah dibahas melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MUSRENBANGDES) oleh seluruh komponen masyarakat yang ada di Desa Kalimantong. Begitu pula penunjukan pelaksana kegiatan dari program-program tersebut telah disepakati bersama dalam forum tersebut. "Program ini telah mulai dilaksanakannya sejak Agustus lalu, dimana hingga sejauh ini pelaksanaannya telah sesuai dengan yang ditargetkan bersama yaitu 100 %" ungkapnya lagi.

Semoga fasilitas-fasilitas yang sudah dibangun akan dapat bermanfaat untuk masyarakat, sehingga dapat menunjang peningkatan kesejahteraan dan sosial masyarakat yang ada di Desa Kalimantong.

Selasa, 12 Oktober 2010

Clean Up Day puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia di KSB

 Temekan,(10/10), Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia dirayakan dengan melaksanakan Clean Up Day yang dipusatkan di Desa Temekan Kec. Taliwang. Kegiatan ini diawali dengan Fun Bike keliling Kota Taliwang dan berakhir di Desa Temekan Kec. Taliwang. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan kampanye peduli lingkungan yang dilaksanakan atas kerjasama PT. NNT dan Pemerintah Daerah Kab. Sumbawa Barat yaitu Badan Lingkungan Hidup dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga. 
Hari Lingkungan Hidup diperingati tanggal 5 Juni 2010 lalu. Program ini merupakan salah satu komitmen PT. NNT terhadap kelangsungan hidup spesies yang ada di wilayah Kab. Sumbawa Barat. 
 Kegiatan ini diawali dengan pembacaan laporan dari ketua panitia kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan kata pengantar dari Badan Lingkungan Hidup, Kusmayadi, S.Km. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kedepannya sebagai bentuk tindak lanjut pelestarian lingkungan di Kab. Sumbawa Barat, akan diserahkan 100 pohon buah kepada masing-masing desa dengan harapan dalam 3-4 tahun kedepan, desa-desa yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat akan memiliki buah ciri khas tersendiri yang mewakili desa tersebut. Sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat.
 
Sambutan dari PT. NNT disampaikan oleh Arif Perdana Kusuma, Senior Manager Eksternal PT. NNT. "Clean Up Day ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan kampanye lingkungan hasil kerjasama kami dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya yaitu antara lain : Kampanye Lingkungan dengan pemutaran film tentang lingkungan hidup, Pemilihan Pangeran dan Putri Lingkungan, Transplantasi Karang di Pulau Kenawa Kec. Poto Tano, Penanaman pohon di Pantai Maluk, Lomba Cerdas Cermat Tingkat SLTP, Lomba Desa Bersih, dll. Kegiatan terakhir yang akan dilaksanakan yaitu Kunjungan Lapangan Pangeran dan Putri Lingkungan Kab. Sumbawa Barat Tahun 2010.
Acara berlangsung meriah dan bernuansa alami. Panitia mengenakan Topi yang terbuat dari anyaman daun lontar, begitu pula dengan penganan yang disajikan untuk para tamu undangan yaitu : Ubi Rebus dan  kue2 dengan bahan dasar singkong. 
 
Tema Hari Lingkungan Hidup kali ini yaitu : Beragam Spesies, Satu Planet, Satu Masa Depan. Acara dilanjutkan dengan penyampaian Sambutan yang disampaikan oleh Asisten Tata Praja dan Pemerintahan, M. Hasby AM, SH, MH mewakili Bupati Sumbawa Barat. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa Kegiatan sejenis ini harus tetap terus dilaksanakan mengingat kegiatan ini merupakan kegiatan positif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup generasi-generasi yang akan datang. Setelah memberi sambutan, Asisten Tata Praja dan Pemerintahan menanam pohon yang bibitnya sudah disediakan oleh panitia sebagai bentuk ceremony lanjutan dengan harapan diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat. Setelah penanaman pohon oleh perwakilan dari PT. NNT dan Pejabat yang mewakili, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang Lomba Desa yang telah dilaksanakan sebelumnya diikuti dengan pemberian Hadiah kepada Pemenangnya. Lomba Desa dimenangkan oleh Desa Sermong sebagai Desa Terbersih Tingkat Kab. Sumbawa Barat Tahun 2010.















Minggu, 29 Agustus 2010

Sopir Angkot Jurusan Taliwang-Jereweh Nyaris Bentrok Dengan Penumpang


Jereweh, 27/8.  Penumpang Angkutan Umum Jurusan Taliwang-Jereweh nyaris bentrok dengan Sopir Angkutan. Disinyalir adanya kesalahpahaman antara Sopir Angkutan Umum dengan penumpang yang ingin menumpang Bus DAMRI Jurusan Maluk-Mataram, dimana masyarakat setempat selama ini tetap memanfaatkan pelayanan Bus DAMRI Jurusan Maluk-Mataram jika ingin bepergian ke Mataram. 

Sopir angkutan lokal merasa keberatan dengan adanya masyarakat yang menumpang Bus DAMRI menuju Taliwang. Padahal Angkutan Umum diperuntukkan untuk mengangkut Penumpang dari Jereweh yang akan bepergian ke Ibukota Kabupaten, Taliwang. Mereka merasa dirugikan karena menurunnya jumlah penumpang yang memanfaatkan Angkutan Umum, sehingga otomatis penghasilan mereka pun ikut menurun.
Akibatnya Sopir Angkutan Umum cenderung untuk memaksa penumpang untuk naik angkutan umum apabila di dapati penumpang yang tengah menunggu Bus DAMRI. Sehingga acapkali terjadi bentrokan kecil antara sopir angkutan umum dengan penumpang yang merasa dipaksa untuk naik angkutan umum menuju terminal Taliwang untuk kemudian berganti kendaraan dengan tujuan Mataram. Namun, tak semua penumpang mau diperlakukan seperti itu. tak jarang terjadi kejar-kejaran antara penumpang yang geram dengan sopir angkutan umum hingga nyaris terjadi amuk massa. Para Sopir Angkutan Umum mengadukan nasibnya ke Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumbawa Barat untuk mencari solusi dari masalah yang tengah mereka hadapi.

Menindaklanjuti permasalahan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (HUBKOMINFO), Drs. Khairuddin Karim, MH memberikan solusi dengan mengeluarkan Surat Himbauan Kepada Bus AKDP yang isinya menyatakan bahwa Bus AKDP tidak boleh mengangkut penumpang di tepi jalan. Namun, hal ini menjadi kian rumit karena Sopir Angkutan Umum yang beroperasi di Jalur Taliwang-Jereweh salah mempersepsikan Surat Himbauan tersebut. Mereka memanfaatkan Surat Himbauan dari Kepala Dinas HUBKOMINFO untuk memaksa penumpang naik angkutan umum. Penumpang yang selama ini tidak pernah bermasalah dengan perebutan wilayah semacam ini kian berang, sehingga situasi semakin memanas dan terjadilah peristiwa bentrok antara sopir Angkutan Umum dengan Penumpang yang nyaris terlibat baku hantam.


Kasi Pengawasan Lalu Lintas Angkutan Jalan, Sudjito, S.Sos.MM dalam penjelasannya mengatakan " BUS AKDP boleh menaikkan penumpang selama penumpang itu berada di Jalur Trayek Bus AKDP bersangkutan. Siapapun tidak boleh melarang. Kecuali, Bus AKDP ini menaikkan penumpang bukan di jalur Trayeknya maka hal itu jelas-jelas telah melanggar Undang-Undang". Perlu diketahui bahwa BUS DAMRI jurusan Maluk-Mataram tetap melintas di Jereweh dan Kendaraan umum penumpang wajib memberikan pelayanan kepada penumpangnya sesuai dengan aturan yang berlaku. 


Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kepala Dinas HUBKOMINFO beserta Kasi Pengawasan Lalu Lintas Angkutan Jalan mencoba memberi solusi akan masalah tersebut. Beliau berkoordinasi dengan Kepala Wilayah setempat yang diwakili oleh Sekcam Jereweh dan Kapolsek Jereweh tentang masalah ini. Dari pertemuan ini dihasilkan kesepakatan bahwa Kecamatan dan Polsek Jereweh akan memfasilitasi pertemuan antara Dinas HUBKOMINFO dengan masyarakat Jereweh yang diwakili oleh Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Tokoh Agama serta Pengusaha Angkutan Umum. Diharapkan dari pertemuan tersebut akan dapat meminimalisasi adanya miss komunikasi antara masyarakat, pengusaha angkutan umum, dan Dinas HUBKOMINFO sebagai leading sektornya.komedik-ksb



Jumat, 27 Agustus 2010

REMAJA MASJID KALIMANTONG SELENGGARAKAN PERINGATAN NUZULUL QUR'AN


PERINGATAN MALAM NUZULUL QUR’AN   Tepatnya malam Jumat tanggal 17 Ramadhan 1431 H Ba’da shalat tarwih berjamaah di Masjid Darussalam Desa  Kalimantong sekelompok Pemuda yang tergabung dalam Komunitas yang bernama Remaja Masjid Darussalam ( REMASDA ) menggelar peringatan turunnya Al Quran di mana lebih kita kenal dengan Malam Nuzulul Quran dalam sambutannya Ketua Remaja Masjid Kalimantong Amri Wahyudi mengatakan kami selaku Remaja Masjid mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya, atas kesedian dan kesempatan Bapak/Ibu/Sdr/i, guna mengikuti acara peringatan hari besar islam yakni Nuzulul Qur’an atau turunnya wahyu Al Qur’an tersebut menjadi pedoman hidup bagi kita kaum muslimin sebelum kita bahkan sampai akhir zaman nanti . Di samping itu  Al Qur’an yang menjadi tuntunan hidup bagi umat islam juga Hadist Nabi Muhammad S.A.W yang harus di amalkan dalam kehidupan kita sehari – hari, sehingga kita bisa menjadi manusia yang muttaqqin . Amin,amin,amin ya rabbal alamin kami juga berharaf kepada bapak Ust Jalaluddin,S.Ei unttuk bisa ceramah agama agar perayaan mlama turunnya Al Qur’an ini lebih bermakna nantinya  . Sedangkan dalam kesempatan yang sama Ust Jalaluddin,S.Ei dalam ceramahnya mengatakan bahwa dalam al qur’an itu adalah sebuah kitab yang suci, dan mengajak kepada kita semua agar mulai sekarang mari kita jadikan al qur’an sebagai pedoman hidup kita sehari – hari karena mengingat zaman sekarang begitu banyak pengaruh- pengaruh dari dunia barat itu sendiri seperti pengaruh teknologi moderen seperti jaringan sosial FACEBOOK , TWITER, HP, BLACKBERRY dan lain sebagainya kenyataannya sekarang generasi muda kita lebih cendrung suka mempelajari yang seperti ityu dari pada mengkaji isi Al Qur’an itu sendiri . Beliau juga menambahkan bahwa satu – satunya kitab yang dari zaman dahulu samapai sekarang tidak ada perubahan dalam kandungannya , jika kita bandingkan dengan kitab lain seperti Kitab Injil sekarang sudah banyak perubahan arti dari isinya . Di tempat berbeda Bapak M.Yakub selaku Sekdes Kalimantong mengatakan sangat bangga sekali dengan apa yang di lakukan oleh Remaja masjid tersebut mengingat perayaan seperti ini adalah merupakan yang pertama kali kita laksanakan, harapan saya kedepannya adalah agar perayaan seperti ini nantinya bisa dilaksanakan labih meriah lagi dan tambah berkesan lagi. ( hesso komedik )

Rabu, 14 Juli 2010

Barodak : Luluran Pengantin Ala Sumbawa

Taliwang, (13/7), Barodak adalah salah satu tata cara perkawinan adat Sumbawa yang hingga saat ini masih menjadi ritual wajib dalam prosesinya. Barodak dilaksanakan setelah dilaksanakannya Tahap-tahap pernikahan dalam adat Sumbawa yaitu : Bajajak, Bakatoan, Basaputes, dan Nyorong  oleh pihak keluarga calon mempelai pria. Barodak juga merupakan tanda diawalinya ritual pembersihan diri calon pengantin dengan cara meluluri seluruh tubuh calon pengantin dengan ramuan-ramuan alami. Animo masyarakat akan acara Barodak di Kabupaten Sumbawa Barat cukup tinggi. Umumnya yang menghadiri acara "barodak pangantan" ini adalah ibu-ibu dan para gadis dari sanak keluarga dan kerabat calon pengantin. Karena nantinya satu persatu dari ibu-ibu yang mewakili keluarga kedua mempelai akan ikut meluluri pengantin kemudian akan diluluri  lagi seluruh tubuh calon pengantin oleh "Ina Odak" atau lebih tepatnya sebagai pengampu acara ini dimana Ina Odak yang akan meramu bahan-bahan yang akan digunakan untuk "Odak" nya atau lulurnya.

Barodak ini bertujuan untuk membersihkan tubuh calon pengantin sehingga saat prosesi pernikahan berlangsung akan mempercantik calon pengantin. Sehingga sebelum Barodak dilakukan calon pengantin dipingit dalam rumah beberapa hari sebelumnya untuk menjalani perawatan tubuh. Selain Lulur tubuh, Pengantin juga akan mengenakan "Pancar" atau daun inai yang sudah ditumbuk untuk dioleskan di telapak tangan calon pengantin. Pengantin akan mengenakan pakaian adat khas Sumbawa yaitu "Lamung Pene'" dan "Kere Alang" yang dilengkapi dengan "Pengkenang" atau aksesoris pelengkap baju adat Sumbawa. Odak yang sudah dilulurkan ke tubuh pengantin harus tetap dipakai hingga keesokan harinya hingga dimandikan secara bersama -sama sebelum akad nikah dimulai. 

Barodak dikenal ada bermacam-macam, diantaranya yaitu "Barodak Salaki"; dilaksanakan oleh calon pengantin Laki-laki dirumahnya sendiri sebelum diantar oleh keluarganya untuk berodak-bersama calon pengantin wanita. Prosesinya hampir sama dengan "Barodak Pengantan" bedanya Calon Pengantin laki-laki hanya dilulur sendiri oleh keluarganya. 

Barodak dilaksanakan pada malam hari, sehari sebelum akad nikah dilaksanakan. Saat acara berlangsung biasanya para gadis akan ikut melulurkan "odak" ke tubuhnya sendiri. Hal ini dilakukan karena sebagian masyarakat beranggapan bahwa gadis yang dilulur dengan "odak" akan segera menemukan jodohnya. (Hari W) 


MAHASISWA UNDOVA DEMO!!

Taliwang,(14/7)  Puluhan mahasiswa Universitas Cordova (Undova) yang tergabung dalam Forum mahasiswa Peduli Undova (FMPU) kemarin (13/7) melakukan aksi demo di depan Gedung Rektorat Universitas Cordova. Sukiman alias Ances dalam orasinya mengatakan dan mengajak agar semua mahasiswa untuk bergabung bersama FMPU untuk meminta pertanggungjawaban Rektorat dan stafnya untuk transparan dalam mengeluarkan dan menetapkan kebijakan – kabijakan di kampus. Dalam aksi tersebut mereka menuntut sepuluh item diantaranya, Transparansi dalam pemberian subsidi pendidikan dari Pemerintah kepada semua mahasiswa. Karena dalam kenyataannya, subsidi Pemerintah langsung  dibayarkan ke pihak kampus sedangkan prosedur sebenarnya adalah dari Pemerintah ke mahasiswa untuk dibayarkan ke Administrasi Kampus. Selain itu, mereka menuntut agar segera mengganti dosen – dosen yang tidak berpengalaman di bidangnya karena tidak tepat sasaran dalam hal penyampaian  materi perkuliahan. Mereka juga meminta agar perlakuan mahasiswa di Universitas Cordova jangan disamakan dengan perlakuan para santri di Pondok Pesantren Al-Ikhlas, dimana lokasi Universitas Cordova berada.

Dalam aksi mereka tersebut diterima langsung oleh Pembantu  Rektor I Universitas Cordova , Ir.H.Amri Rakhman,M.Si. Dalam penjelasannya beliau mengatakan akan segera merealisasi apa yang menjadi tuntutan mahasiswa, bahkan beliau akan menyediakan ruang bagi mahasiswa dan Pihak Rektorat beserta jajarannya untuk duduk bersama memecahkan permasalahan ini, dengan catatan agar semua mahasiswa nantinya  menghadiri acara tersebut. 

Setelah mendapat kepastian dan dialog yang begitu alot dengan Pembantu  Rektor I Universitas Cordova maka Forum Mahasiswa Peduli Undova membubarkan  diri dengan  bersorak gembira .  Di tempat terpisah salah satu Mahasiswa Universitas Cordova,  Asan,  mengatakan "Saya sangat setuju sekali dengan apa yang rekan – rekan mahasiswa lakukan ini. Karena sepengetahuan saya, selama saya kuliah di Universitas Cordova ini persoalan yang kita hadapi adalah apa yang mereka tuntut saat ini, dan persoalan ini merupakan hal – hal yang penting sekali untuk diangkat dan dibuka dihadapan Publik. Akan tetapi saya menyayangkan kepada rekan – rekan dari Forum mahasiswa Peduli Undova ini, aksi Mereka tidak propesional dan bisa dikatakan amatiran. Kenapa saya berkata begitu? karena jumlah mahasiswa yang dilibatkan terlalu sedikit dan  momen yang mereka manfaatkan untuk aksi ini  kurang pas tapi intinya saya mendukung semua itu". Selamat Berjuang rekan – rekan Forum Mahasiswa Peduli Undova ( Hesso Komedik )

KALIMANTONG SALAH SATU DUTA KSB DALAM LOMBA DESA PEMAMFATAAN PEKARANGAN TK PROVINSI NTB

(19/07) Penilaian Lomba Desa Pemanfaatan Pekarangan Tk Provinsi Ntb telah di lakukan di desa kalimantong Kecamatan Brang Ene yakni pada tanggal 16 juli 2010, Tim penilai beserta Rombongan tiba di kalimantong yakni pukul 14.00 wita siang,dalm kesempatan itu hadir pula ketua Tim Penggerak PPK Kebupaten Sumbawa Barat yakni Hj Lala Nurma Muhadli ,yang walaupun suasana Panas tapi warga kalimantong mulai dari kaum muda sampai Tokoh agama, tokoh masyarakat dengan antusias menyambut rombongan tersebut yakni dengan menampilkan aksi Adat daerah sumbawa yaitu Rabana Ode yang di pimpin langsunbg oleh Bapak Hamzaton, dalam kesempatan itu bapak Kepala Desa Kalimantong yang akrab di panggil Bayu mengatakan bahwa kami sangat berterimah kasih kepada Pemda KSB khususnya Badan Penyuluh Pertanian dan Ketahanan Pangan ( BP2KP ) yang telah mempercayai kalimantong sebagai duta dalam lomba tahun ini , sedangkan Camat Brang Ene yang di wakili oleh Sekcam Bapak Nasaruddin mengatakan dalam sambutannya menagatakan bahwa nanti dalam penilaian nanti Tim penialai dapat menilai dengan sebaik mungkin sesuai dengan apa yang ada di lapangan dan tidak terjadi rekayasa nantinya,Sedangkan Kepala BP2KP Ir Muslimin Menghimbau dalam sambutannya Mengatakan bahawa Pemampataan Pekarangan bukan hanya untuk lomba saja tapi harapan kami kedepan nanti pemanfatan Pekarangan terus di lanjutkan untuk di jadikan sebagai pelengkapa kebutuhan masayarakat nantinya ,dalam kesempatan itu pula ketua Rombongan mengatakan Pemanfaatan Pekarangan yakni sebagai apotik hidup nantinya kedepan serta tujuan dari lomba ini adalah ajang untuk mengembangkan tanaman alami, dan harapan beliau adalah Agar nanti kedepan pemanfaatan pekarangan kedepannya betul – betul di tingkatkan lagi seperti dalam logat jawanya beliau mengatakan Betul – Betul Hijau Royo Royo beliau juga dengan lugas mengatakan bahwa dalam penilaian kami nanti apa adanya yakni dengan Wawancara Tokoh Masyarakat,KWT, dan Kepala Desa, di tempat terpisah Ketua Karang Taruna Palada yang akrab di sapa OVE mengatakan dengan adanya lomba ini kami sangat bersyukur karena kalimantong bisa di kenal oleh orang – orang di luar KSB harapan kami adalah mudah – mudahan kalimantong nanti nya jadi yang terbaik nantinya.

Senin, 10 Mei 2010

Pemadaman Listrik Bergilir

Taliwang.(10/5)  PT. PLN Ranting Taliwang kembali mengadakan pemadaman bergilir yang meliputi seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Sistem pemadaman bergilir yang diterapkan yaitu 3 hari nyala, 1 hari  padam. Pemadaman bergilir kali ini cukup meresahkan warga karena akibat pemadaman yang terlalu sering membuat aktivitas warga menjadi terganggu. Karena Listrik tidak hanya padam di malam hari saat beban puncak, terkadang siang hari pun padam. Sehingga banyak warga yang mengeluh kondisi ini.  "Kali ini listriknya keseringan mati daripada nyala nya mbak! mau ngapa-ngapain juga susah. Saya takut perangkat elektronik yang ada di rumah saya rusak gara-gara listrik yang keseringan mati kayak gini" keluh Sudarmi, seorang ibu rumah tangga.
Komedik langsung mengkonfirmasi informasi yang dikeluhkan oleh sebagian besar warga yang ada di Kecamatan Taliwang kepada Pihak PT. PLN Ranting Taliwang yang membawahi Unit PLN yang ada di seluruh Kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat.

Kurnadi, Supervisor Distribusi PT PLN Ranting Taliwang yang mewakili Manajer PT. PLN Ranting Taliwang dalam penjelasannya mengatakan bahwa pemadaman bergilir kali ini terjadi karena adanya gangguan mesin pembangkit tenaga diesel yang digunakan oleh PLN. Kali ini ada 2 unit mesin yang mengalami gangguan yaitu, Mesin Unit 4 dengan kapasitas daya 1 MW dan Mesin Unit 8 dengan kapasitas daya 300 KW. Saat Komedik meninjau langsung ke lokasi perbaikan, Mesin Unit 4 sedang diperbaiki dan Insya Allah hari Rabu mendatang pemadaman bergilir dengan sistem 3 hari nyala 1 hari padam dapat diminimalisir karena diperkirakan mesin sudah dapat berfungsi dengan normal 2 hari kedepan.

Pemadaman bergilir ini diterapkan oleh PLN dengan sistem tersebut karena adanya keterbatasan daya yang dimiliki. "Karena mesin kami yang rusak 2 unit, maka terjadi pengurangan daya sebesar 1 MW, sehingga kami harus menerapkan pemadaman bergilir saat jam-jam beban puncak yaitu pukul 18.00 s/d 23.00 WITA" ungkapnya. Ada 13 unit mesin yang saat ini sedang beroperasi dari 20 unit mesin yang terpasang. Hal ini disebabkan karena adanya keterbatasan subsidi Bahan Bakar Minyak (Solar) yang digunakan sebagai tenaga penggerak Mesin Pembangkit Tenaga Diesel ini. Apabila ada tambahan subsidi dari Pemerintah Pusat untuk BBM maka mesin-mesin yang ada mampu melayani kebutuhan listrik bagi seluruh pelanggannya. "Kami tidak bisa menerapkan pemakaian BBM sembarangan, karena untuk pengoperasian mesin-mesin pembangkit ini kami sudah mendapat jatah dari Pemerintah Pusat. Sehingga kami tidak bisa menerapkan pemakaian yang melampaui quota yang sudah ditetapkan" urainya panjang lebar. Komedik dengan bercanda sempat bertanya "  Kalo Solarnya habis, kok ga  beli di Pom Bensin aja, Pak?". Beliau mengatakan bahwa PLN sebagai BUMN mempunyai sistem distribusi dan pengoperasian tersendiri yang berbeda dengan BUMN lain yang ada di Indonesia. "Kami sudah mendapat jatah dan sudah diberi target-target yang harus kami capai dalam jangka setahun" kata beliau menjawab kelakar dari Komedik.

Lalu apa sih sebenarnya yang menyebabkan gangguan mesin itu??
Beliau kembali menjelaskan bahwa mesin pembangkit yang ada mengalami gangguan karena Life Time nya atau biasa juga disebut masa operasi mesin yang terlalu lama tanpa jeda. Mesin menyala selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu tanpa berhenti sehingga mesin menjadi panas dan komponen-komponen penggerak generator mesin menjadi aus dan harus diganti untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Komponen yang rusak itu tidak diperjualbelikan di Indonesia, minimal komponen pengganti itu harus didatangkan dari Singapura. Untuk membelinya membutuhkan waktu yang tidak sebentar, karena sebelum membeli PLN harus memesan atau mengorder dulu pesanannya. Kebutuhan akan komponen mesin ini  pun tidak dapat distok karena bila di stok komponen-komponen itu akan tidak optimal pemakaiannya akibat terlalu lama tersimpan digudang.

Terobosan-terobosan apa aja yang akan dilaksanakan oleh PLN untuk meningkatkan layanan publiknya??
Saat ini PLN masih menggunakan pembangkit listrik dari tenaga diesel. Rencananya Tahun 2012 nanti PLN  Ranting Taliwang akan mulai menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang pembangunannya akan dimulai Tahun 2011. Diharapkan dengan adanya pembangkit listrik yang baru, maka kebutuhan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat terhadap listrik akan terpenuhi dengan maksimal. Selain itu,  PLN akan mencanangkan Program 55-100 di HUT RI ke-55 Bulan Agustus mendatang. Program ini mempunyai makna bahwa di HUT RI ke-55 nanti semua desa yang ada di Indonesia akan berlistrik 100%. Tapi perlu ditekankan bahwa daerah yang benar-benar sudah berstatus Desa secara definitif yang dimaksudkan dalam program ini. Semoga semua program ini akan mampu menjawab kebutuhan masyarakat KSB akan listrik.Amin...Tifa

Rabu, 05 Mei 2010

MINYAK TANAH LANGKA

Kalimantong (6/5). Kurangnya pasokan minyak tanah yang masuk  ke Desa Kalimantong Kecamatan Brang Ene mengakibatkan warga yang ada di desa tersebut sangat kesulitan untuk mendapatkan minyak tanah.  Hal ini disebabkan karena mulai berkurangnya pasokan minyak tanah yang masuk ke wilayah ini. Mengingat minyak tanah adalah kebutuhan primer bagi warga desa ini, sehingga minyak tanah menjadi langka dan sulit untuk diperoleh. Hingga saat ini hanya ada 2 pangkalan minyak tanah yang ada di Kalimantong, itupun hanya 1 kali seminggu pasokan minyak yang datang.
Komedik turun langsung untuk meninjau lokasi pangkalan minyak yang ada di Desa Mujahidin, yaitu rumah Bapak M.Nur. Dia mengakui bahwa beberapa tahun terakhir ini pasokan minyak tanah sangat jauh berkurang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. " Tahun 2008 saya mendapat jatah minyak 5 drum atau sekitar 1000 liter/per minggu, namun belakangan ini saya hanya mendapat 3 drum per minggunya atau sekitar 600 liter, sedangkan dengan quota yang sebanyak 1000 liter itu belum dapat melayani semua pelanggan dengan maksimal apalagi dengan jatah minyak yang semakin berkurang. Karena pelanggan saya tidak hanya dari Desa Mujahidin ini, banyak pelanggan saya yang berasal dari desa tetangga seperti Kalimantong dan Lampok" ungkapnya dengan nada sendu. 

Hal ini juga dibuktikan dengan banyaknya jerigen-jerigen minyak yang masih kosong belum terisi yang dilihat oleh Tim Komedik. " Harapan saya jatah minyak untuk desa kami dan sekitarnya agar bisa ditambah, sehingga kami dapat melayani kebutuhan warga dengan maksimal karena tidak sedikit orang yang kecewa karena tidak mendapat jatah minyak tanah ". lanjutnya lagi.

" Sudah 1 tahun terakhir ini kami sangat sulit sekali untuk mendapat  minyak tanah. katanya agennya  sih karena quota minyak yang masuk ke Kecamatan Brang Ene sangat jauh berkurang. Untuk mendapatkan minyak tanah, kami harus mengorbankan jerigen-jerigen minyak kami untuk menginap selama seminggu di pangkalan. Soalnya kalo ga gitu, kami ga akan dapat jatah minyak.  Di sini orang -orang masaknya make minyak semua, sudah jarang yang pake kayu " ujar Bujur, salah seorang warga Kalimantong.

"kami ingin sekali agar pangkalan minyaknya dibuka di Kalimantong juga, agar kami tidak jauh-jauh ke Desa Mujahidin untuk beli minyaknya " harapnya lagi. Semoga!! Hesso-komedik

Selasa, 04 Mei 2010

Pemilihan Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT) Tingkat KSB

Taliwang. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kab. Sumbawa Barat secara rutin melaksanakan Pemilihan Awak Kendaraan Umum Teladan tingkat Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan ini dimulai dari Tingkat Kabupaten/Kotamadya di seluruh Indonesia kemudian dilanjutkan ke Tingkat Propinsi untuk seterusnya diadakan pemilihan secara nasional bertepatan dengan perayaan hari Perhubungan Nasional Republik Indonesia. 

Latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini yaitu, sejalan dengan perkembangan sarana dan prasarana transportasi dewasa ini yang harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) baik dalam rangka keselamatan, kelancaran, kenyamanan maupun tertib lalu lintas, sehingga kecenderungan-kecenderungan yang negatif dapat diturunkan seperti ketidakdisiplinan pengemudi pada saat mengendarai kendaraan, terutama kendaraan umum, kurangnya pengetahuan tentang tata cara mengemudi yang baik, tingginya jumlah fatalitas kecelakaan lalu lintas, banyaknya pelanggaran lalu lintas, buruknya pelayanan kepada penumpang, kemacetan, dll.

Kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun ini bertujuan selain untuk upaya peningkatan spirit atau motivasi untuk pengembangan diri, baik aspek keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge) maupun sikap (attitude) namun juga untuk mendudukkan awak kendaraan umum sejajar dengan insan pembangunan lainnya dengan cara memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap profesinya. 

Kepala seksi pengawasan lalu lintas angkutan jalan, Sudjito, S.Sos, MM. dalam keterangannya menjelaskan bahwa hal yang paling utama dan penting dalam penyelenggaraan AKUT ini adalah bagaimana dapat membentuk dan meningkatkan mental attitude (perilaku) bagi pengemudi yang diharapkan dapat membawa pengaruh positif pada lingkungannya. Oleh sebab itu membentuk karakter pengemudi yang yang berkeselamatan secara nyata dalam pelaksanaan tugas sebagai pengemudi merupakan out come yangdapat dicapai.

Kegiatan ini diisi juga dengan sosialisasi peraturan dan undang-undang Lalu lintas yang disampaikan oleh Kepala Bidang Perhubungan dan tata cara berkendaraan yang baik yang disampaikan oleh Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sumbawa Barat.

 "Diharapkan dari kegiatan ini akan mampu meningkatkan profesionalisme para pengemudi peserta AKUT, sehingga dapat meningkatkan pula kompetensi dalam profesinya, serta mendorong peningkatan mutu pelayanan jasa angkutan, ketertiban, keamanan, keselamatan, kelancaran serta mengurangi jumlah dan tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas di jalan" jelas Kepala Bidang Perhubungan, Syafaruddin, S.Pd.

Semoga dapat menjadi kegiatan rutin yang benar-benar mumpuni dalam mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di wilayah hukum Kabupaten Sumbawa Barat. Tifa

Kamis, 22 April 2010

MASJID KALIMANTONG ADALAH MURNI SWADAYA KAMI!!

Kalimantong. Tepatnya di desa RT 07/02 Desa Kalimantong Kecamatan Brang Ene tempat dibangunnya sebuah masjid yang boleh dikatakan masjid termewah di Kecamatan Brang Ene. Satu – satunya masjid dua lantai tersebut dibangun di atas tanah ukuran 30 x 20 Meter dengan ukuran masjid 16 x 18 Meter . Menurut sejarahnya tanah tempat dibangunnya masjid tersebut adalah merupakan tanah wakaf dari bapak H.M.Amin . Pembangunan masjid ini dimulai sejak tahun 2002 yang digagas oleh Bapak M. SALEH,SH ( Alm ) selaku Kepala Desa saat itu. Saat dimulai proses pembangunannya timbul Pro dan Kontra di masyarakat Kalimantong, ada yang tidak setuju setuju dengan alasan  tidak ada biaya dan segala alasan lainnya . Padahal proses Pembangunan Masjid Itu direncanakan dibangun dengan alasan swadaya warga Kalimantong murni.

Di tempat terpisah Bapak H.Syamsun, S.Pd selaku Bendahara Pembangunan Masjid Darussalam tersebut membenarkan bahwa proses pembangunan masjid tersebut adalah swadaya murni warga Desa Kalimantong pada khususnya walaupun ada sebagian bantuan dari luar yakni dari pemerinah pada saat itu sekitar Rp 15.000.000,00 jika kita bandingkan dengan RAB pembangunan masjid mencapai angka sekitar Rp 200 Lebih pada tahun 2001, tapi walaupun begitu kita menerimah dengan senang hati, beliau juga membeberkan cara gimana teknik pengumpulan anggaran masjid dari warga kalimantong sejak pembangunannya mulai dari angka 0% - 75 % sekarang yakni dengan cara panitia membagi kupon kepada warga pada setiap mau masuknya musim panen. Yang akhirnya nanti warga bisa mengembalikan dengan bentuk uang sesuai denga kemampuan , walaupun demikian dari sekian kupon yang kami bagi hanya bisa kembali sekitar 75 % bahkan kurang dari 75 % dan kami juga memahami dengan kondisi warga masyarakat sehari – hari karena ini bersipat bantuan swadaya bukan pajak atau keentuan / paksaaan . Karena yang akan membalas nantinya adalah yang maha kuasa. Tapi alhamdulillah samapai saat ini partisipasi masyarakat Kalimantong masih dikatakan luar biasa karena kalu kita menilai 100 % hasil dari pembangunan masjid ini sampai angka 75 % adalah Sebagai berikut 75% swadaya baik itu tenaga atau saran dan 25 % adalah yang lainnya faktor pendukung kataklanlah begitu.

Ditempat terpisah Bapak M.Yakub Sekdes Kalimantong juga sebagai Ketua Pembangunan Masjid mengatakan Bahwa Pembangunan Masjid Darussalam adalah Swadaya masyarakat Murni sejak mulai dibangunnya pada tahun 2002 silam dia juga mengatakan hal sama selam pembangunan panitia hanya dapat bantuan sebanyak Rp 15 Juta dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat , walaupun kita berusaha telah banyak mengirim Proposal keberbagai temapt tapi hasilnya masih nihil timpalnya, Harapan saya kedepan adalah Pembangunan Masjid ini untuk mensukseskan Program Pemerintah dalam Bidang Keagamaan khususnya dan saya berharaf kepada warga masyarakat kalimantong pada khususnya mari kita tingkatkan terus partisipasi kita dalam pembangunan masjid ini karena masih banyak yang harus kita selsaikan dalam pembangunan masjid ini . dan harapan saya untuk pemerintah / SKPD adalah Agar bisa membantu kami dalam proses pelaksaaan penyelasaian pembangunan masjid darussalam Desa kalimantong dalam arti sumbangsi lah hahahaha denga tersenyum .

Sedangkan Bapak Ayubar yang akrab di panggil Bayu selaku Kepala Desa Kalimantong mengatakan hal yang sama yakni pembangunan ini semata – mata swadaya warga Kalimantong murni walaupun ada banuan dari pihak ke 3 saya pribadi menilai tidak seberapa jika di bandingkan dengan RAB sekitar Rp 200 jutaan itu pada tahun 2001 saat gambar masjid kita beli saaat itu jika kita bandingkan dengan harga kebutuhan sekarang adalah mencapai angka Rp 750 Jutaan bahkan mungkin 1 M karena dari tahun ke tahun harga terus berubah. Sedanghkan kalu kita uangkan partisipasi warga masyarakat desa kalimantong mungkin mencapai sekitar Rp 500 Juta lebih , mengapa saya mengatakan demikian karena sejak kita bangunnya masjid tersebut kita selalu goong royong untuk itu saya selaku kepala desa kalimantong mengucapkan terimah kasih kepada semua pihka yang ada di kalimantong yang telah membantu proses pembangunan ini ( Hesso Hasan K )